Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perempuan Asal Lumajang Dibunuh Kekasih di Tunjungan Surabaya Ternyata Hamil Muda, Pelaku Kerap Beri Uang 

M. Mahrus • Senin, 20 Januari 2025 | 02:07 WIB
M. Ilham Pratama diamankan polisi gegara menghabisi kekasihnya di Tunjungan Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
M. Ilham Pratama diamankan polisi gegara menghabisi kekasihnya di Tunjungan Surabaya. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)


RADAR SURABAYA - Polisi menemukan fakta baru kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka M Ilham Pratama, 25, terhadap kekasihnya Marifatul Anniyah, 24, warga Sukosari, Kunir Lumajang, di salah satu kamar hotel Jalan Tunjungan, Surabaya. 

Setelah melakukan otopsi, korban diketahui meninggal dunia karena dicekik. Selain itu korban juga dalam kondisi hamil.

Kapolsek Genteng AKP Grandika Indera Waspada mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman serta otopsi korban meninggal dunia karena dicekik oleh tersangka. Hal itu dibuktikan dengan tanda-tanda bekas cekikan dan sesuai keterangan tersangka.

"Kemudian ada fakta baru juga hasil otopsi (korban) di sana ditemukan janin berusia 12 sampai 16 minggu," ujarnya didampingi Kasi Humas AKP Rina Shanty, Sabtu (18/1).

Grandika menjelaskan terkait janin tersebut, polisi masih melakukan pendalaman. "'Untuk membuktikan itu (janin hasil hubungan dengan siapa) kita masih perlu tes DNA, masih belum keluar," terangnya. 

Sementara itu, tersangka M Ilham Pratama mengaku tidak tahu bila korban hamil. "Tidak tahu sama sekali kalau dia hamil. Jarang (berhubungan badan) seminggu mungkin satu kali, itu pun kalau dia mau," ungkapnya.

Ilham mengaku nekat membunuh korban karena sakit hati mengetahui korban masih menyimpan foto mantannya dan menjalin komunikasi. "Memang sakit hati saya. Soal nikah memang sudah dipersiapkan semua waktu itu dari baju, cincin sampai undangan semua sudah jadi. Tapi dibatalin," ucapnya.

Dia juga mengaku sempat menunggu korban selama dua jam di kamar hotel setelah mencekik karena merasa masih sayang. "Saya masih ada rasa sayang sangat dalam kepada korban. Iya ada penyesalan. Saya masih ada rasa sayang makanya saya menemani dia," ucapnya.

Ilham sendiri kenal dengan korban sejak Juni 2024 lalu. Selama kurang lebih 6 bulan menjalin hubungan tersangka kerap memberikan uang pada korban. Uang tersebut dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan bayar kos korban. (*)

 

Editor : Lambertus Hurek
#perempuan lumajang #Ilham habisi pacar di Surabaya #cekik pacar di surabaya #pembunuhan di surabaya