RADAR SURABAYA - Pengganti armada Trans Semanggi Suroboyo (TSS) listrik di koridor tiga Terminal Purabaya-Kenjeran Park (Kenpark) via Kampus ITS akhirnya beroperasi.
Namun, bukan bus listrik yang mengaspal, melainkan 13 unit bus konvensional berbahan bakar diesel.
Pantauan di halte ITS, Minggu (19/1), jumlah penumpang masih terbilang minim, bahkan beberapa bus terlihat hanya mengangkut satu atau dua penumpang.
Salah satu penumpang, Karib, mengaku baru mengetahui beroperasinya bus pengganti ini pagi hari.
Ia mengatakan, tarifnya sama dengan bus listrik TSS sebelumnya. "Sama tarifnya seperti bus yang sebelumnya," ujarnya.
Karib menilai keberadaan TSS sangat penting karena menghubungkan rumahnya di Gunung Anyar dengan kampus ITS.
Selama TSS tak beroperasi, ia terpaksa menggunakan ojek online dengan biaya yang jauh lebih mahal.
Seorang sopir bus membenarkan bahwa baru 13 unit bus yang beroperasi di koridor 3.
"Ya baru beroperasi masih sepi, karena armadanya 13 saja yang beroperasi," kata sopir bus tersebut.
Sebelumnya, 15 unit bus listrik TSS berhenti beroperasi sejak awal Januari karena belum adanya perpanjangan kontrak dengan PT INKA, produsen bus tersebut.
Meskipun jumlah bus pengganti lebih sedikit, Kepala Divisi Pengembangan Usaha Perum Damri, Agung Ramdhani menyatakan hasil evaluasi menunjukkan okupansi bus listrik TSS sebelumnya cukup baik.
"Hasil evaluasi kami, okupansi tingkat keterisian bangku bus baik. Kemarin banyak penumpang yang terdampak atas tidak adanya layanan bus listrik," terang Agung.
Adanya permintaan yang tinggi untuk layanan transportasi di rute tersebut. Namun, minimnya jumlah bus pengganti dan rendahnya jumlah penumpang saat ini menjadi tantangan tersendiri. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari