RADAR SURABAYA – Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di wilayah hukumnya untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal berjalan aman dan lancar. Salah satu gereja yang diperiksa pada Selasa (24/12) pagi adalah Gereja Santo Mikael di Jalan Tanjung Sadari, Surabaya.
Pemeriksaan dilakukan oleh anggota Sat Samapta dengan bantuan anjing pelacak (K-9) dan alat metal detector.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP William Cornelis Tanasale, melalui Kasi Humas Iptu Suroto, menjelaskan bahwa pengamanan ini menyasar 50 gereja dan tiga rumah ibadah yang akan menggelar ibadah Natal di wilayah tersebut.
“Kami pastikan semua gereja mendapat pengamanan. Untuk Gereja Santo Mikael, sterilisasi dilakukan menyeluruh mulai dari ruang ibadah hingga halaman,” ujarnya.
Pemeriksaan diawali di ruang utama Gereja Santo Mikael. Anggota Sat Samapta memeriksa setiap sudut menggunakan metal detector dan mirror set. Tempat duduk jemaat diperiksa satu per satu untuk memastikan tidak ada barang mencurigakan. Sementara itu, anjing pelacak menyisir halaman depan gereja.
“Kami memastikan tidak ada benda yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan. Setelah sterilisasi, kami juga mengimbau pihak keamanan gereja untuk memeriksa barang bawaan jemaat sebelum memasuki area,” tambahnya.
Sterilisasi tidak hanya dilakukan di Gereja Santo Mikael, tetapi juga di lima gereja lainnya. Sebanyak 350 personel dikerahkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Selain itu, pos pengamanan juga telah didirikan di beberapa titik strategis.
“Kami berharap seluruh rangkaian perayaan Natal berjalan aman, nyaman, dan lancar tanpa gangguan apa pun,” tutup Iptu Suroto. (*)
Editor : Lambertus Hurek