RADAR SURABAYA – DPRD Surabaya mempertanyakan efektivitas rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyewa 42 unit mobil listrik BYD (Build Your Dreams) pada tahun 2025 untuk operasional.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochamad Machmud mempertanyakan keputusan tersebut, terutama terkait dengan biaya sewa yang mencapai Rp 13 juta per unit per bulan.
Legislator dari Fraksi Demokrat itu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penggunaan anggaran untuk skema sewa jangka panjang.
Ia menilai, pembelian mobil listrik mungkin menjadi opsi yang lebih ekonomis dibandingkan menyewa.
"Ini harus dipikirkan kembali atau ulang. Apakah lebih baik sewa atau membeli langsung mobil listrik untuk Pemkot Surabaya pada 2025," kata Machmud.
Meski demikian, ia juga mengakui bahwa skema sewa memiliki keunggulan, seperti penghapusan biaya perawatan.
Namun, Jika membeli, aset kendaraan akan menjadi milik Pemkot dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kendaraan listrik memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional,” tambahnya.
Selain itu, menurut Machmud, mobil listrik menawarkan penghematan pada biaya operasional karena menggunakan listrik sebagai sumber energi.
Namun, ia tetap meminta Pemkot Surabaya untuk melakukan evaluasi mendalam sebelum melanjutkan rencana tersebut.
Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memulai penggunaan mobil listrik untuk kendaraan operasional kepala perangkat daerah (PD).
Sebagai langkah awal, lima unit mobil listrik telah disediakan melalui sistem sewa untuk mendukung tugas operasional beberapa kepala dinas dan asisten di lingkungan Pemkot Surabaya.
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Kota Surabaya, Ali Murtadlo, mengungkapkan bahwa mobil listrik ini akan digunakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta beberapa pejabat lainnya.
"Karena DSDABM dan BPBD banyak bertugas keliling, mereka yang mendapatkan mobil listrik terlebih dahulu. Selanjutnya, mobil lain akan tiba hingga akhir Desember, dan Januari kami akan kontrak lagi," kata Ali. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari