RADAR SURABAYA - Apakah Anda sering menggunakan ponsel sambil tiduran miring? Jika ya, sebaiknya Anda menghentikan kebiasaan ini. Para ahli memperingatkan bahwa praktik ini dapat menyebabkan masalah penglihatan, bahkan berisiko membuat mata Anda menjadi juling!
Menurut optometrist klinis Adam Zakaria, menggunakan gadget dalam posisi tiduran menciptakan ketidakseimbangan dalam penglihatan, yang memberikan beban pada satu mata saja.
“Melihat layar dari jarak dekat dalam waktu yang lama dapat menyebabkan ketegangan pada mata, mengakibatkan mata kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan gadget dalam jarak dekat dalam posisi apapun dapat menyebabkan ketegangan pada otot mata, bukan hanya saat berbaring.
Muhammad Adam dari Rumah Sakit Mata Tun Hussein Onn, menegaskan pentingnya menjaga jarak perangkat minimal 40 cm dan memastikan pencahayaan yang memadai.
“Jangan gunakan gadget dalam gelap, karena ini membuat mata bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan tingkat cahaya. Layar yang terang di latar belakang gelap akan menambah beban pada otot mata,” jelasnya.
Menurut Muhammad Adam, sebelum usia 23 tahun, kekuatan refraksi mata masih bisa berfluktuasi dan bola mata masih dalam tahap pertumbuhan. Gejala awal mata juling termasuk sensitivitas terhadap cahaya dan sakit kepala yang sering.
Spesialis bedah dan klinis mata, Datuk Dr. Mohd Johari Mohamad, menambahkan bahwa mereka yang berusia di bawah 18 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan strabismus dibandingkan orang dewasa karena kekuatan mata dan pertumbuhan bola mata mereka masih dalam transisi.
Dr. Johari, yang merupakan direktur Pusat Spesialis Mata Bangi, juga menjelaskan bahwa meskipun orang dewasa umumnya memiliki risiko lebih rendah mengalami mata juling akibat penggunaan gadget, mereka tetap bisa mengalami gejala glaukoma, penyakit saraf optik yang sering dikaitkan dengan tekanan mata tinggi.
“Kekuatan refraksi yang tinggi pada mata dapat menyebabkan predisposisi terhadap glaukoma. Gejala normal tensive glaucoma (NTG) juga ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa yang sering terpapar penggunaan perangkat secara berlebihan,” imbuh Dr. Johari.
Ia mengibaratkan penyakit tersebut, yang memengaruhi saraf optik, seperti erosi pantai yang disebabkan oleh gelombang yang kuat. “Penipisan saraf optik, seperti garis pantai yang tergerus, secara bertahap mengganggu fungsi saraf dan bahkan dapat mengakibatkan kebutaan permanen.”
Dr. Johari menyarankan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mata setidaknya setahun sekali guna mendeteksi kondisi mata kronis seperti glaukoma dan degenerasi makula sejak dini. (rek)
Editor : Lambertus Hurek