RADAR SURABAYA - Keberadaan Pasar Tunjungan Surabaya saat ini sudah mulai menunjukkan sisi keramaian. Bahkan jadi tempat nongkrong anak muda saat ini.
Wahana rumah hantu pun juga dihadirkan dengan suasana khas Pasar Tunjungan yang juga seram karena masih ada bangunan yang tidak berpenghuni.
Pakar arsitektur dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Freddy H. Istanto mengaku, jangan sampai pasar legendaris ini terbengkalai meski ramai dikunjungi oleh masyarakat.
Dengan fasilitas dan sarana yang minim. Padahal dia sangat berharap Pasar Tunjungan bisa bergerak positif sesuai dengan kawasan Tunjungan.
"Ya kalau memang melihat perkembangan seperti itu (ramai, Red), saya optimis saya melihat dengan kawasan Tunjungan bergerak positif. Namun yang terpenting seharusnya PD Pasar Surya selaku pengelola Pasar Tunjungan bisa merespon infrastruktur dengan baik dan tidak pasif," kata Freddy, Jumat (27/9).
Dengan melakukan revitalisasi Pasar Tunjungan, menurut Freddy dapat memicu lebih banyaknya lagi pengunjung serta pedagang yang hendak menyewa stan di pasar itu sehingga dapat mendatangkan lebih banyak pendapatan.
"Harusnya saling kerja sama antara pemkot dan PD Pasar Surya serta stakeholder lainnya untuk membangun Pasar Tunjungan lebih baik lagi. Dengan nuansa yang juga bisa heritage atau mungkin disesuaikan," tegas Direktur Surabaya Heritage Society.
Selain itu yang perlu diperhatikan dengan menggandeng anak muda, agar nantinya bisa dikolaborasikan dengan membuka co working space.
"Jadi harus jelas juga apa yang harus digarap di situ. Misalnya sekarang lagi musim co working space bisa dibuatkan. Anak muda dilibatkan. Tak hanya itu juga di lantai 3 bisa dijadikan ruang konsultasi bisnis," ujarnya.
Meski demikian, Freddy mengakui sempat putus asa melihat kondisi Pasar Tunjungan.
Bahkan dia saking jengkelnya meminta investor untuk terlibat dapat membenahi pasar tersebut.
"Pasar Tunjungan ini titik emas bisa lebih baik kalau dibikin pertokoan. Kadang saya saking jengkelnya pernah berkata begitu ke pedagang," ungkap Freddy.
Jika nantinya Pasar Tunjungan direvitalisasi, Freddy minta untuk dilakukan kurasi, jangan sampai seperti Kya-Kya yang hidup segan matipun tak mau. PD Pasar harus membaca pola-pola strategi bisnis.
"Ya harus dikuratori, jangan asal juga dilakukan penelitian secara benar. Jangan sampai muspro (sia-sia, Red)," ungkapnya.
Sementara itu, Pasar Tunjungan merupakan pasar aktif sejak tahun 1979.
Pasar ini terletak pada bagian Pusat kota Surabaya.
Pasar ini memiliki dua tipe tempat dagangan, yakni kios yang memiliki arti bangunan permanen di area pasar yang beratap dan dipisahkan satu dengan yang lain. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari