RADAR SURABAYA – Dalam rangka pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) meluncurkan inovasi penerapan paket teknologi pengolahan kedelai bahan baku tempe dan penataan manajemen berbasis digital pada Koperasi Pengrajin Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Sumber Rejeki, Kedungcangkring, Sidoarjo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan dalam proses produksi tempe dan permasalahan manajemen usaha mitra.
Tim pengusul terdiri dari Dr. Yunus, M.Pd sebagai ketua, dengan anggota Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, S.Pd., M.SEI., dan Irfan Ramis, SE., ME.
Mereka juga dibantu oleh mahasiswa Gempar Yanuar Al Amin dan Rizki Dwi Fathoni untuk menjalankan program ini.
Sebelum inovasi ini diterapkan, proses produksi tempe di KOPTI Sumber Rejeki masih menggunakan metode konvensional, terutama dalam pengupasan kulit ari kedelai.
Proses pengupasan ini biasanya dilakukan secara manual, yaitu dengan merebus kedelai setengah matang, kemudian dikupas kulit arinya dengan mesin sederhana.
Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama dan menyebabkan produksi menjadi kurang efisien.
Melihat kebutuhan tersebut, Tim PKM dari UNESA merancang dan mengimplementasikan mesin pengupas, pemecah, dan pemisah kulit ari kedelai kering.
Keunggulan mesin ini adalah kemampuannya untuk memproses pemisahan kulit ari kedelai tanpa perlu direbus setengah matang terlebih dahulu, sehingga mengurangi waktu produksi dan memungkinkan bahan baku untuk disimpan dalam kondisi siap diolah atau dijual.
Selain itu, tim juga memperkenalkan mesin pencuci model ribbon screw yang mampu membersihkan kedelai dalam waktu yang lebih singkat sehingga mempercepat dan mempermudah tahap pencucian dalam proses produksi tempe.
Tidak hanya berfokus pada penciptaan teknologi pengolahan, dosen Tim PKM UNESA juga memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan manajemen usaha di KOPTI Sumber Rejeki Kedungcangkring.
Mereka memperkenalkan sistem manajemen keuangan berbasis digital melalui aplikasi pencatatan keuangan, yang dirancang untuk memudahkan pelaku usaha dalam mengelola keuangan koperasi secara lebih akurat, transparan dan efisien.
Kegiatan inovasi teknologi dan perbaaikan manajemen usaha mitra ini diharapkan dapat membawa dampak positif dan memberikan manfaat yang signifikan bagi KOPTI Sumber Rejeki Kedungcangkring.
Dengan penerapan teknologi dan digitalisasi ini, diharapkan KOPTI Sumber Rejeki menjadi lebih tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan produksi dan manajemen di masa mendatang.
Terkait kegiatan ini, ketua KOPTTI Sumber Rejeki Bapak Suyanto dengan antusias mengunkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Tim PKM Unesa dan DRTPM yang telah meluncurkan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini dan berharap program ini dapat berlanjut ke depannya. (*/rmt/jay)
Editor : Jay Wijayanto