Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BMKG Juanda Surabaya Sebut Fenomena Hujan pada Musim Kemarau Akibat Gangguan Atmosfer

Mus Purmadani • Senin, 9 September 2024 | 15:47 WIB
Hujan ringan masih terjadi di musim kemarau. (Andy Satria/Radar Surabaya)
Hujan ringan masih terjadi di musim kemarau. (Andy Satria/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Beberapa hari terakhir sejumlah daerah di selatan Jawa Timur mengalami hujan, meskipun saat ini sedang musim kemarau. Hal ini dibenarkan oleh tim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya.

"Memang hujan terjadi di wilayah selatan Jawa Timur. Perkiraan kami mulai dari Sabtu (7/9) hingga Selasa (10/9)," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Juanda Rofiq Isa Mansur kepada Radar Surabaya, Senin (9/9).

Rofiq mengatakan, meskipun musim kemarau namun bukan berarti akan tidak turun hujan sama sekali. Hanya saja, intensitas curah hujan sangat kecil.

"Fenomena hujan ini masih sangat mungkin terjadi ke depan. Fenomena ini disebabkan oleh adanya gangguan atmosfer. Yakni dinamika atmosfer skala regional - global yang cukup signifikan," katanya.

Menurutnya, ada aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial di sebagian besar wilayah Jawa. Selain itu, suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Jawa memberikan kontribusi dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan.

"Fenomena gangguan atmosfer inilah yang memicu terjadinya dinamika cuaca yang berakibat masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Jawa," jelasnya.

Rofiq mengatakan fenomena hujan ini tidak berpotensi bencana. Namun untuk kawasan Semeru, hujan berpotensi meyebabkan banjir lahar dingin. "Meskipun skalanya tidak terlalu besar," pungkasnya. (mus)

Editor : Lambertus Hurek
#hujan di musim kemarau #BMKG Juanda Surabaya #MJO #gelombang kelvin dan rossby #gelombang rossby