RADAR SURABAYA – Dibalik masifnya pembangunan kota metropolis Surabaya yang kian maju dengan deretan gedung pencakar langit, masih ada sudut yang menggambarkan perjuangan masyarakat untuk bertahan hidup di kota ini.
Bangunan rumah semi permanen, rumah petak, fasilitas mandi cuci kakus (MCK) seadanya, dan tentunya kebersihan yang tak terjaga dengan baik.
Pemandangan tersebut dapat dilihat di bantaran atau stren Sungai Jagir.
Bagi masyarakat kalangan bawah, untuk hidup dan bisa bertahan di kota ini dengan fasilitas seadanya merupakan suatu berkah.
Bisa mendapatkan pekerjaan di Kota Pahlawan yang jauh lebih baik dibanding kampung halamannya, walaupun harus tinggal ditempat seadanya dan kurang layak sudah menjadi berkah bagi mereka.
Pemukiman di stren Sungai Jagir ini saat ini sudah terlihat lebih baik dan bersih dibandingkan beberapa tahun lalu.
Sekitar tahun 2019 hingga 2020 kawasan stren Sungai Jagir ini pernah terlihat kotor dan kumuh.
Bangunan-bangunan semi permanen dan sampah yang berserakan semakin menjadikan Kawasan ini terlihat kumuh.
Meskipun kini masih banyak bangunan semi permanen yang berdiri di sana, namun terlihat lebih bersih dan bebas sampah.
Sekitar tahun 1990-an hingga awal 2000-an kawasan sten kali di Surabaya terlihat jauh lebih kumuh.
Lebih banyak bangunan semi permanen, sampah berserakan, hingga aktivitas MCK warga.
Namun di beberapa kawasan stren kali di Surabaya kini sudah tampak lebih bersih dan teratur.
Bahkan terlihat lebih indah setelah dilakukan pembersihan dan penataan oleh Pemkot Surabaya.
Seperti dipercantik dengan mural, tanaman-tanaman, hingga jogging track.
Meskipun menjadi awal peradapan manusia, kawasan stren kali seperti menjadi sisi lain dari kehidupan di sebuah kota besar. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari