RADAR SURABAYA - Bakal pasangan calon (bapaslon) Wali Kota dan Wawali Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji hari ini menjalani tes kesehatan di RSUD Soewandhi. Hal ini merupakan salah satu syarat yang sudah ditentukan KPU untuk para bapaslon yang mengikuti kontestasi pilkada pada 27 November 2024.
Ketua Komisioner KPU Surabaya Suprayitno mengungkapkan petunjuk teknis mengenai pemeriksaan bakal calon ini sudah tertuang dalam keputusan KPU RI nomor 1090/2024. Sebelum menggelar tes kesehatan ini, KPU sudah meminta rekomendasi pada Dinkes Kota Surabaya mengenai rumah sakit mana yang bisa digunakan untuk pelaksanaan tes ini.
"Apakah tidak akan menimbulkan konflik kepentingan karena rumah sakit ini milik pemkot, pedoman kami adalah petunjuk teknis untuk meminta rekomendasi dari dinkes. Di sisi lain kami berkeyakinan tim dokter juga punya kode etik kedokteran, jadi saya rasa tidak ada masalah," kata Nano.
Dirut RSUD Soewandhie dr Billy Daniel Messakh menyampaikan, pemeriksaan yang dilakukan pada bapaslon ini secara garis besar adalah pemeriksaan fisik dan kejiwaan. Pemeriksaan fisik yang pertama dilakukan adalah pengambilan sempel darah.
Dari situ dia menjelaskan kalau kondisi kesehatan yang bersangkutan bisa diketahui secara keseluruhan.
"Seperti fungsi jantung, ginjal ini akan terimplementasi dari darah. Lalu berikutnya, kondisi organiknya. Seperti ginjal dan kepala itu akan dilakukan pengecekan MRI. Jadi, kita memenuhi permintaan dari KPU," tuturnya.
Terkait tes kejiwaan, Billy melanjutkan kalau pihaknya melibatkan tiga dokter psikiatri untuk melakukan tes tersebut. Metode yang digunakan adalah MMPI. Dia menegaskan semua tim dokter yang terlibat dalam pemeriksaan bapaslon ini merupakan tim khusus yang sangat berpengalaman di bidangnya.
"Spesialisasinya sudah lebih dari 10 tahun yang kami pilih untuk ada di dalam tim. Total ada 32 orang dokter. Terkait potensi konflik kepentingan, pegangan kami adalah kode etik kedokteran kerahasian pasien tentu akan kami pegang juga," ujarnya.
Sebagai informasi, pemeriksaan kesehatan bapaslon Eri dan Armuji ini akan selesai sekira pukul 19.00. Dalam kesempatan itu, Eri mengaku diminta untuk berpuasa sekira enam jam untuk melancarkan tes kesehatan.
Dia berharap, semua tahapan pemeriksaan ini bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala. "Dari ujung rambut sampai ujung kaki diperiksa semua. Sampai tes kejiwaan diperiksa. Semoga semuanya yang terbaik bagi kami. Semoga lancar," tuturnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek