RADAR SURABAYA - Dinas Sosial Jawa Timur melalui UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita (RSBKW) Kediri terus melakukan pembinaan terhadap wanita yang rentan sosial ekonomi. Mereka diberikan bekal keterampilan, spiritual hingga modal saat kembali terjun ke masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani melalui Sekretaris Dinsos Jatim Yusmanu mengatakan wanita-wanita yang berada di UPT RSBKW ini kebanyakan pekerja seks komersial (PSK) hasil razia.
"Tapi tidak semua PSK. Ada juga yang wanita rentan sosial ekonomi. Artinya, wanita ini sangat kesulitan secara sosial ekonomi. Ada yang statusnya janda dan jadi tulang punggung keluarga," ujarnya kepada Radar Surabaya, Minggu (25/8).
Yusmanu mengatakan para wanita ini dibina dan diberi keterampilan sesuai bakat dan minat masing-masing sebelum terjun kembali ke masyarakat.
"Untuk asrama antara yang WRSE dan mantan PSK disendirikan. Setiap tahun ada tiga angkatan. Dan setiap angkatan ada 60 orang. Kami bekerjasama dengan pemkab maupun pemkot setempat yang mengirim mereka ke sini," katanya.
Menurut dia, setelah mendapat pembinaan, para wanita ini akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing dan diberi uang Rp 5 juta untuk modal usaha. "Saat kami kembalikan ke daerah masing-masing, kami serahkan ke dinsos setempat," jelasnya.
Yusmanu mengaku memang tidak mudah membina para PSK dibanding wanita rawan sosial ekonomi. Ppara PSK banyak yang berusaha kabur. "Bahkan, ketika selesai dibina pun mereka kembali ke pekerjaan semula. Dengan alasan susah mencari uang. Kalau sudah begitu kita tidak bisa berbuat banyak," katanya.
Berbeda dengan WRSE, lanjut Yusmanu, mereka lebih mudah pembinaannya. "Karena mereka dari awal memang niat bangkit dari keterpurukan sosial dan ekonomi," pungkasnya. (mus/rak)
Editor : Lambertus Hurek