Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi Cacar Monyet, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya Perketat Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan

Rahmat Sudrajat • Rabu, 21 Agustus 2024 | 02:57 WIB
Tahun lalu ada tiga kasus cacar monyet di Jawa Timur, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya mewaspadai pintu masuk bandara dan pelabuhan.
Tahun lalu ada tiga kasus cacar monyet di Jawa Timur, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya mewaspadai pintu masuk bandara dan pelabuhan.

RADAR SURABAYA - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya kembali melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap Monkeypoxuirus (Mpox) atau cacar monyet di pintu masuk bandara dan pelabuhan yang ada di wilayah BBKK Surabaya.

Meski belum ada kasus di Jawa Timur (Jatim), namun kasus Mpox patut diwaspadai, terutama dari Negara Afrika yang tahun ini meningkat.

Kepala BBKK Surabaya, Dr. Rosidi Roslan mengatakan, pihaknya kembali melakukan pengawasan kepada lalu lintas penumpang di bandara maupun di pelabuhan.

Hal itu sesuai surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang baru dikeluarkan 20 Agustus 2024 Nomor HK.02.02/C/2160/2024 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Mpox di pintu masuk pelabuhan dan bandar udara yang melayani lali lintas domestik dan wilayah. 

"Kami sudah koordinasikan dengan stakeholder untuk meningkatkan kewaspadaan di Bandara Udara Juanda maupun di Pelabuhan Tanjung Perak terkait pengawasan orang yang keluar masuk maupun alat angkut dari negara atau daerah yang terjangkit MPox," kata Rosidi, Selasa (20/8).

Di bandar udara dan pelabuhan pihaknya menyiapkan skema pengawasan dengan melakukan pendeteksian suhu tubuh melalui thermal scaner.

Jika nantinya ada tanda-tanda dan gejala seperti suhu diatas 38 derajat celsius segera dilakukan pemeriksaan dan rujukan ke rumah sakit. 

"Jika nanti ada yang terpapar kami juga lakukan notifikasi dari daerah mana penumpang tersebut datang," ujarnya. 

Di tahun 2023, BBKK Surabaya mencatat ada tiga orang yang berasal dari berbagai daerah di Jatim terpapar Mpox.

Namun jenis variannya clade II dengan fatalitas yang rendah sehingga cepat disembuhkan.

"Ya mengacu tahun 2023 ada tiga orang dari Jawa Timur yang terkena Mpox kami tetap waspada. Kita akan selalu update kasus setiap hari," tuturnya.

Sampai dengan saat ini Rosidi menyebut masih belum ada kasus Mpox yang masuk di Jawa Timur. "Belum ada sampai sekarang, tapi kami terus waspada," ungkap Rosidi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penyakit Mpox bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung sekitar 2 - 4 minggu.

Namun dapat berkembang menjadi berat hingga kematian (Case Fatality Rate 3 - 6 persen).

Sedangkan untuk penularan Mpox terjadi melalui kontak langsung dengan hewan ataupun manusia yang terinfeksi atau melalui kontak tidak langsung. 

"Penularan Mpox dapat melalui kontak langsung dengan lesi atau cairan tubuh melalui ciuman, sentuhan, oral, penetrasi vaginal maupun anal dengan seseorang yang terinfeksi Mpox," terang Rosidi.

Gejalanya demam tinggi hingga muncul bintik. Oleh karena itu dia menyebut negara yang patut diwaspadai adalah Afrika dan Amerika.

Dari data Kemenkes RI jumlah kasus kumulatif sejak 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2024 sebanyak 99.176 kasus dengan 208 kematian yang dilaporkan dari 116 negara. 

Dua regional yang melaporkan kasus paling banyak pada bulan Juni 2024 yaitu Afrika 60,7 persen dan Amerika 18,7 persen.

"Sejak Juli - Agustus 2024 terjadi penambahan kasus di wilayah Afrika dimana empat negara Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda," jelasnya.

Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir atas penyebaran Mpox ini.

Yang paling penting harus menjaga pola hidup bersih dan mencuci tangan. Bila perlu menggunakan masker jika kondisi badan tidak enak.

"Jangan khawatir tapi tetap waspada dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan #surabaya #cacar monyet #BBKK Surabaya #pelabuhan #mpox #bandara