Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pakar Geologi ITS Surabaya Sebut Gempa Megathrust Sewaktu-waktu Terjadi dan Akan Berulang

Rahmat Sudrajat • Senin, 19 Agustus 2024 | 16:52 WIB
Dr Amien Widodo menjelaskan potensi gempa bumi di tanah air. (IST)
Dr Amien Widodo menjelaskan potensi gempa bumi di tanah air. (IST)

RADAR SURABAYA - Pakar geologi ITS Dr Amien Widodo angkat bicara mengenai potensi terjadinya gempa besar Megathrust di Indonesia. Amin menyebut gempa Megathrust dipicu oleh tumbukan lempeng dengan kedalaman antara 0-70 kilometer (km).

“Terjadinya gempa Megathrust karena adanya hambatan antar bidang lempeng, sedangkan lempeng terus bergerak,” tuturnya, Senin (19/8).

Dia menyebut  gempa Megathrust dapat memengaruhi beberapa wilayah di Indonesia. Di antaranya pantai barat Sumatera, pantai selatan Jawa, pantai selatan Bali dan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, Maluku Utara, pantai utara dan timur Sulawesi dan pantai utara Papua.

"Lempeng tektonik terus bergerak sehingga gempa megathrust akan terus berulang di daerah tersebut,” kata Amien.

Peneliti Senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS menegaskan aktivitas gempa yang bersumber di zona Megathrust tidak selalu berkekuatan besar. Data hasil monitoring BMKG menunjukkan, justru gempa kecil lebih banyak terjadi di zona Megathrust.

“Terjadinya gempa ini juga tidak dapat diprediksi kapan waktunya, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” terangnya.

Sedangkan untuk upaya mitigasi Megathrust dengan mematuhi standar bangunan ketika mendirikan rumah. Hal itu sebagai bentuk pencegahan dini terhadap gempa terutama bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai.

“Untuk mencegah potensi terjadinya Megathrust besar yang memicu tsunami di pesisir pantai,” tuturnya.

Letak Indonesia diapit oleh tiga lempeng yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Samudra Hindia. Lempeng-lempeng itu akan terus bergerak dan menghunjam ke permukaan bumi sejak jutaan tahun lalu.

Pergerakan lempeng yang terus menerus akan mengakibatkan akumulasi energi yang dapat memicu terjadinya gempa.

Dosen Departemen Teknik Geofisika itu menambahkan bahwa pergerakan lempeng tektonik akan terus berlangsung dengan kecepatan tertentu antara dua hingga sepuluh sentimeter per tahun. Hal itu dapat mengakibatkan tumbukan Lempeng Samudera Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia.

Baca Juga: Musim Panen Harga Garam di Pulau Madura Justru Terjun Bebas, Per Kilo Hanya Rp 850

“Tumbukan kedua lempeng itu berpotensi menghasilkan gempa Megathrust,” pungkasnya. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
#Potensi Gempa Bumi di Jatim #Mitigasi Bencana Gempa #gempa megathrust di indonesia #Gempa megatrust