Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

10 Rekomendasi Pakaian Adat Menarik Cocok Untuk Mengikuti Upacara Kemerdekaan RI Ke-79

Agung Nugroho • Kamis, 15 Agustus 2024 | 23:01 WIB
Pakaian adat Bali
Pakaian adat Bali

RADAR SURABAYA–Menghadiri upacara HUT Kemerdakaan Republik Indonesia (RI) kurang lengkap rasanya jika tidak menggunakan pakaian adat nusantara yang menarik.

Menggunakan pakaian adat dalam acara sakral tersebut, sebagai bentuk menghargai para leluhur yang sudah berjuang untuk negeri tercinta, Indonesia.

Meski sebenarnya tidak ada peraturan khusus mengenai pemakaian pakaian adat, sebagian instansi penyelenggara Upacara 17 Agustus kerap meminta peserta memakai pakaian adat.

Pakaian adat sendiri merupakan wujud identitas kebudayaan masyarakat di suatu daerah.

Indonesia kaya akan budaya dan tradisi, setiap daerah memiliki pakaian adat yang berbeda-beda.

Berikut rekomendasi pakaian adat menarik, unik, dan cantik yang bisa menjadi pilihan untuk menghadiri Upacara 17 Agustus 2024 mendatang.

1. Baju Pokko Dan Seppa Tallung Suku Toraja (Sulawesi Selatan)

Baju Pokko merupakan baju adat dari suku Toraja yang digunakan untuk kaum wanita, dengan ciri-ciri pakaian lengan pendek dan warna yang cukup mencolok.

Warna dari Baju Pokko yaitu kuning, merah, dan putih sebagai ciri khas.

Pakaian adat Suku Toraja untuk laki-laki bernama seppa tallung atau seppa tallung buku.

Keunikan pakaian adat Toraja pria ini terdapat pada desain lengan panjang dan celana selutut.

Pakaian adat Suku Toraja untuk laki-laki ini biasanya dikenakan untuk menghadiri beragam acara kebudayaan Suku Toraja dan acara penting lainnya.

2. Baju Batabue Suku Minang (Sumatera Barat)

Baju Batabue memiliki arti baju bertabur yang artinya ditaburi benang emas sebagai simbolik kekayaan alam.

Baju Batabue, pakaian adat Minang
Baju Batabue, pakaian adat Minang

Taburan emas di sekujur baju mengisyaratkan banyaknya kekayaan alam yang dimiliki oleh Sumatera Barat.

Baju ini memiliki empat macam corak yang familiar, yakni merah, lembayung, hitam, dan biru.

Jika memilih warna gelap, hal ini akan menambah kesan kilauan emas karena paduan warna yang kontras namun elegan dan berkelas walaupun selera setiap orang pasti berbeda-beda.

3. Baju Bodo dan Baju Tutu Suku Bugis (Sulawesi Selatan)

Baju Bodo merupakan salah satu baju adat tertua yang ada di dunia.

Kehadirannya sudah dapat ditelusuri sejak abad ke-9 dan menjadi salah satu ciri khas bagi wanita suku Bugis.

Bentuk unik baju bodo menjadi daya tarik tersendiri karena potongan baju berbentuk segi empat berlengan pendek menjadi identitasnya.

Warna baju bodo umumnya berwarna terang dan menunjukkan identitas, usia dan status sosial perempuan yang memakainya.

Sementara wanita Bugis mengenakan baju bodo, para pria memiliki pakaian adat Bugis mereka yang dikenal dengan sebutan baju tutu.

Baju tutu merupakan jenis jas tradisional yang memiliki ciri khas sendiri.

Pakaian ini biasanya terdiri dari jas panjang berkerah dengan lengan panjang yang menutupi hingga pergelangan tangan.

Untuk melengkapi penampilan, baju tutu dipadankan dengan bawahan paroci atau celana, serta kain sarung dan songkok sebagai tutup kepala.

4. Baju Aesan Gede dan Baju Pak Sangkong Suku Melayu (Sumatera Selatan)

Baju aesan gede dan baju pak sangkong suku Melayu
Baju aesan gede dan baju pak sangkong suku Melayu

Aesan gede dan pak sangkong merupakan pakaian adat Sumatera Selatan yang dipakai pengantin ketika acara resepsi pernikahan di Palembang.

Budaya dan tradisi di wilayah Sumatera Selatan sangat terkait dengan sejarah kerajaan Sriwijaya yang ada di masa lampau.

Hal ini juga tercermin dalam pakaian adat mereka, seperti Aesan Gede dan Pak Sangkong, yang dipengaruhi oleh warisan kerajaan Sriwijaya.

Unsur keemasan dan gemerlap menjadi ciri khas dari pakaian adat Sumatera Selatan.

Kondisi ini sesuai dengan citra Pulau Sumatera di masa lalu yang dikenal sebagai pulau emas atau Swarnadipa.

Mulai dari baju kurung yang menjadi atasan hingga kain songket yang menjadi bawahan dari pakaian adat Sumatera Selatan, seluruhnya bertabur hiasan dan motif emas yang menambah citra kemewahan dan keglamoran dari pakaian ini.

5. Baju Ulee Balang Suku Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam)

Baju uleng balang suku Aceh
Baju uleng balang suku Aceh

Baju adat Aceh sebenarnya cukup beragam, salah satunya Ulee Balang yang memadukan budaya Melayu dan Islam.

Aksesoris yang digunakan juga bernuansa keislaman seperti meukeutop (penutup kepala sultan di Turki) untuk lelaki dan baju kurung untuk perempuan.

Dulu Ulee Balang hanya digunakan keluarga sultan, namun kini boleh dipakai siapapun.

Selain itu, ada pula baju adat lainnya seperti Kerawang Gayo dari Aceh Tengah dan Mesikhat dari Kabupaten Aceh Tenggara.

Meski cukup beragam, pada umumnya baju adat tersebut digunakan saat pernikahan, upacara penyambutan tamu atau upacara adat lainnya.

Ulee Balang merupakan pakaian adat tradisional dari Aceh yang paling populer.

Ulee Balang berasal dari bahasa Melayu, yakni hulubalang yang berarti golongan bangsawan yang mendapat gelar Teuku (laki-laki) atau Cut (perempuan).

Oleh karena itu, pada mulanya Ulee Balang hanya digunakan oleh para raja dan keluarganya yang memimpin Aceh

6. Baju Paksian (Bangka Belitung)

Pakaian Paksian adalah busana pengantin yang khas dari kota Pangkalpinang.

baju paksian dari Bangka Belitung
baju paksian dari Bangka Belitung

Pakaian untuk mempelai wanita adalah baju kurung merah yang biasanya terbuat dari bahan sutra atau beludru yang pada masa awal disebut baju Seting dan kain yang dipakai adalah kain besusur, kain lasem, atau disebut juga dengan nama kain cual.

Bagian kepala memakai Mahkota emas dengan ornamen khusus yang disebut Paksian.

Pakaian ini disebut memiliki hasil kulturasi dari budaya Melayu, Cina, dan Arab.

Mempelai laki-laki memakai sorban yang disebut sungkon.

Para laki-laki Bangka Belitung menggunakan jubah arab merah tua yang dipadupadankan dengan selendang atau selempang yang disampirkan di bahu kanan.

Untuk bawahannya, mereka dapat menggunakan celana dengan warna yang dipadukan.

7. Baju Kebaya Suku Jawa (Jawa Tengah)

Pakaian tradisional Indonesia terpopuler yang pertama adalah Kebaya.

Baju kebaya Suku Jawa
Baju kebaya Suku Jawa

Merupakan pakaian adat Indonesia yang umum digunakan masyarakat di pulau Jawa.

Pakaian ini dahulu digunakan dalam keseharian masyarakat, dan kini menjadi busana prestigious untuk berbagai acara-acara formal dan resmi, seperti acara pernikahan, kelulusan, hingga acara-acara kenegaraan.

Biasanya kebaya dipadupadankan dengan penggunaan kain batik pada bagian bawahnya.

Batik sendiri adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO.

Batik menjadi kebudayaan Indonesia yang telah dikenal secara luas bahkan banyak dikenakan oleh tokoh-tokoh dunia, salah satunya adalah Nelson Mandela, mantan presiden Afrika Selatan.

8. Baju Payas Agung Suku Bali (Bali)

Sebagai salah satu tujuan wisata di Indonesia yang telah mendunia, Bali tak hanya dikenal akan keindahan pantai serta bentang alam tapi juga keindahaan adat dan budayanya yang kaya.

Hal ini membuat kebudayaan dari pulau dewata, Bali juga dikenal secara luas oleh dunia.

Termasuk Payas Agung, pakaian adat tradisional Indonesia yang berasal dari Bali.

Busana Payas Agung sendiri merupakan busana pernikahan khas masyarakat Bali yang memiliki tampilan sangat mewah namun kental akan unsur etnik khas Bali.

Baju adat Indonesia yang mendunia ini memiliki detail-detail motif nan cantik dan dilengkapi ragam aksesoris, termasuk mahkota berwarna keemasan yang menjulang tinggi.

Tak heran jika busana adat ini kerap mencuri perhatian wisatawan-wisatawan mancanegara yang tengah berkunjung ke pulau Bali.

Selain umum digunakan dalam acara pernikahan, Payas Agung juga kerap digunakan pada saat acara dan upacara adat Bali

9. Baju Biliu dan Baju Mukuta Suku Gorontalo (Gorontalo)

Baju biliu dan baju mukuta suku Gorontalo
Baju biliu dan baju mukuta suku Gorontalo

Biliu adalah salah satu pakaian adat tradisional suku Gorontalo yang wajib digunakan mempelai wanita dalam upacara adat pernikahan.

Bili'u dalam perkembangannya dikenal sebagai salah satu pakaian adat yang unik dan penuh nilai-nilai filosofis di Indonesia.

Pakaian biliu atau pakaian adat untuk perempuan Gorontalo memiliki banyak aksesoris hiasan pernak-pernik.

Hal itu membuat seorang perempuan Gorontalo yang mengenakan pakaian adat tersebut terlihat glamor dan memesona.

Keistimewaan baju tersebut akan menampakkan perempuan gorontalo bagai seorang ratu pada sebuah kerajaan.

Berbeda dengan pakaian adat perempuan yang memiliki banyak aksesoris, pakaian adat pria atau mukuta lebih simpel.

Pada tahun 2012, Biliu ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi.

10. Baju Bulang Burai King Suku Dayak (Kalimantan Timur)

Seperti berbagai baju atau pakaian adat lainnya di Indonesia, baju adat Kalimantan juga memiliki keunikan meskipun hampir mirip satu sama lainnya.

Baju adat Kalimantan umumnya adalah baju adat tradisional Suku Dayak serta baju adat hasil percampuran budaya Melayu di masing-masing daerah di Pulau Kalimantan.

Provinsi ini kaya akan keberagaman suku bangsa, seperti Kutai, Dayak, dan Banjar, yang masing-masing memiliki warisan budaya yang unik, termasuk dalam hal busana tradisional.

Pakaian adat Kalimantan Timur tidak hanya sekadar busana, tetapi juga mencerminkan identitas dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh setiap suku di wilayah ini.

Salah satu baju adat Kalimantan Timur yang paling terkenal di kalangan suku Dayak adalah Bulang Burai King.

Pakaian ini hampir dimiliki oleh semua keluarga suku Dayak.

Hal ini lantaran pakaian adat Bulang Burai King merupakan pakaian wajib yang dikenakan di setiap acara-acara adat, sekaligus juga menandakan status sosial seseorang.

Yang menarik dari baju adat ini, adanya beragam manik-manik yang dipasang sebagai hiasan.

Pada bagian kepala dan ujung tangan, juga ditambahkan hiasan bulu burung enggang yang berjuntai-juntai.(bel/mag/nug)

Editor : Agung Nugroho
#Ragam Busana #suku toraja #adat nusantara #peringatan hut ri #suku aceh #bali #Suku Jawa #suku dayak #pakaian adat #suku minang #suku bugis #gorontalo #suku melayu