RADAR SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempunyai fasilitas akademik baru.
Fasilitas akademik baru di kampus ITS itu dimiliki Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK).
Fasilitas akademik baru di FKK ITS itu diberi nama Display Teknologi dan Cadaver Digital.
Fasilitas pembelajaran baru yang diletakkan di lobi FKK ITS itu, diresmikan, Rabu (7/8).
Wakil Dekan FKK ITS Adhi Dharma Wibawa mengungkapkan, hadirnya display produk teknologi dan cadaver digital ini diutamakan untuk menjadi media pembelajaran mahasiswa FKK ITS.
Di samping itu, hadirnya produk ini juga dimaksudkan untuk menciptakan suasana akademik yang komprehensif serta menjadi media promosi FKK ITS di mata publik.
“Apalagi FKK ITS ini kerap dikunjungi oleh mahasiswa dan institusi kedokteran dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Adhi dalam keterangan resminya, Kamis (8/8).
Lebih lanjut, Adhi menjelaskan, display teknologi yang ditampilkan merupakan hasil inovasi dan riset dari dosen maupun mahasiswa FKK ITS.
Hadirnya produk teknologi kedokteran ini sekaligus menjadi cerminan keseriusan ITS dalam menjawab tantangan permasalahan di ranah kesehatan.
Adapun display teknologi yang ditampilkan mulai dari alat medis dalam bidang pembedahan tulang seperti Craniofacial Distractor, perangkat endoskopi portable, serta produk mutakhir lainnya.
Sementara cadaver digital digunakan sebagai penunjang pembelajaran anatomi menjadi wujud konkret akselerasi pendidikan dan pengajaran di FKK ITS.
Menurut dosen Departemen Teknologi Kedokteran ITS tersebut, pengadaan produk ini menjawab permasalahan media pembelajaran anatomi dengan cadaver asli yang semakin sulit untuk dijangkau.
“Mulai dari segi ketahanan, biaya, maupun lingkup penggunaannya,” ujarnya.
Melalui alat berbentuk meja yang dapat menampilkan tubuh manusia secara virtual ini, mahasiswa dapat mempelajari simulasi pembedahan yang serupa dengan cadaver asli.
Dengan berbagai fitur yang ada, mahasiswa tidak hanya dapat melakukan simulasi pembedahan umum tetapi juga pembelahan transversal per bagian tubuh yang diinginkan.
Alat ini juga dilengkapi dengan berbagai informasi rinci terkait setiap bagian tubuh manusia yang ditampilkan.
Rektor ITS Bambang Pramujati mengatakan, hal ini selaras dengan visi ITS untuk mengolaborasikan antara teknologi dan kedokteran.
Adanya peralatan canggih berteknologi tinggi ini diharapkan Bambang dapat menjadi percontohan pula bagi mahasiswa Departemen Teknologi Kedokteran ITS untuk dapat menciptakan alat serupa.
“Tentunya dengan fitur yang lebih baik dan lebih canggih lagi,” timpalnya.
Ke depan, dosen Departemen Teknik Mesin ITS ini mengharapkan, produk yang sudah ditampilkan dan diresmikan akan terus dikembangkan lebih lanjut melalui hilirisasi yang komprehensif.
Komitmen ini pun sudah dimulai dengan diadakannya pengujian edar dan uji lainnya dari produk hasil karya sivitas akademika ITS.
“Upaya ini sekaligus untuk meluaskan kebermanfaatan ITS baik bagi dunia pendidikan maupun bagi masyarakat,” tegasnya. (opi)
Editor : Nofilawati Anisa