RADAR SURABAYA - Aksi protes menolak reklamasi Proyek Strategis Nasional (PSN) pesisir pantai Surabaya dilakukan oleh nelayan, pegiat lingkungan dan mahasiswa.
Aksi tersebut dilakukan dengan menggunakan perahu di tengah laut, Sabtu (3/8), dengan menyusuri kawasan laut Kenjeran, sambil membawa poster dan spanduk bertuliskan pertentangan pada pembangunan PSN Surabaya Waterfront Land.
PSN Surabaya Waterfront Land yang dioperatori oleh PT Granting Jaya dengan anggaran senilai Rp 72 triliun itu ditolak, lantaran adanya proses reklamasi yang dikhawatirkan dapat berdampak pada ekosistem lingkungan, seperti mangrove hingga biota laut di sekitar kawasan tersebut.
Koordinator Forum Masyarakat Madani Maritim, Heru Budiarto mengaku adanya reklamasi untuk pembangunan PSN Surabaya Waterfront Land berdampak pada ekosistem lingkungan pesisir laut.
Bahkan berdampak pada kesejahteraan nelayan yang sehari-hari mencari ikan, harus tersisihkan dengan adanya proyek tersebut.
"Kami menolak dan ini sangat merugikan masyarakat pesisir dalam hal ini nelayan karena kesejahteraan mereka terampas akibat reklamasi yang dilakukan untuk PSN Surabaya Waterfront Land. Sekaligus dampaknya jelas merusak ekosistem lingkungan laut," tegas Heru.
Heru juga memastikan pihaknya akan menggerakkan aksi susulan jika tuntutan penolakan tersebut tidak diindahkan.
"Kami akan gelar aksi susulan lagi juga penolakan kami, suara kami tidak digubris oleh pemerintah kota. Ini sudah kami kaji dampaknya jelas sangat merugikan masyarakat terutama nelayan," ujarnya.
Pembangunan PSN di kawasan Kenjeran Surabaya merupakan satu dari 31 proyek strategis yang telah disetujui oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Pembangunan proyek ini segera dimulai tahun ini, jika perselisihan antara warga dan pihak operator serta pemerintah bisa terselesaikan.
PSN masuk dalam rancangan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang Perubahan Kelima Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.
Bagi pemerintah kota tentu menguntungkan karena membuat maju Kota Surabaya.
Pembangunan yang akan masuk seperti pembangunan fly over dari sisi timur menuju Terminal Telok Lamong, jalan double track Jawa Selatan, penyediaan air minum Umbulan serta Surabaya Waterfront Land yang ada di kawasan pesisir Surabaya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa