Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengejutkan! 3 Bunker Ditemukan di Kalimas Surabaya. Begini Kondisi dan Jalurnya

Jay Wijayanto • Selasa, 30 Juli 2024 | 14:58 WIB
Pintu masuk diduga bunker di tepi Kalimas yang masih tertutup semen denan posisi di belakang pertokoan Semutkali dekat Stasiun Surabaya Kota.
Pintu masuk diduga bunker di tepi Kalimas yang masih tertutup semen denan posisi di belakang pertokoan Semutkali dekat Stasiun Surabaya Kota.

SURABAYA-Penemuan tiga bunker di kawasan Kalimas, Surabaya, beberapa waktu lalu telah mengejutkan banyak pihak dan menambah catatan sejarah Kota Pahlawan yang kaya akan peninggalan masa lalu.

Bunker-bunker ini diduga memiliki keterkaitan dengan sistem pertahanan pada masa kolonial dan mungkin terhubung dengan Stasiun Surabaya Kota atau yang lebih dikenal sebagai Stasiun Semut, yang posisinya di tepi Kalimas, Bongkaran, Surabaya utara. 

Penemuan ini menambah dimensi baru dalam upaya memahami sejarah dan strategi militer di Surabaya pada masa lampau.

Ketiga bunker ditemukan di sekitar bantaran Sungai Kalimas, yang selama ini dikenal sebagai salah satu saksi bisu sejarah panjang Kota Surabaya.

Bunker-bunker tersebut berada dalam kondisi yang relatif terjaga, meskipun mungkin telah ratusan tahun tidak terjamah.

Dikutip dari Jawapos, struktur bangunan yang kokoh dan teknik konstruksi yang digunakan mengindikasikan bahwa bunker-bunker ini dibangun dengan tujuan untuk bertahan dari serangan.

Sejumlah ahli sejarah dan arkeologi yang terlibat dalam penelitian ini menduga bahwa bunker-bunker tersebut mungkin terhubung dengan Stasiun Surabaya Kota d/h Stasiun Semut melalui jaringan terowongan bawah tanah. 

Terowongan tersebut diperkirakan menjadi salah satu pusat logistik dan transportasi yang penting di masa kolonial. 

Keberadaanya mungkin dirancang untuk memfasilitasi mobilisasi pasukan dan perlindungan dari serangan musuh.

Dr. Agus Wibowo, seorang sejarawan dari Universitas Airlangga, menyatakan bahwa penemuan ini sangat signifikan.

"Ini menunjukkan betapa pentingnya Surabaya dalam strategi pertahanan masa kolonial. Koneksi antara bunker dan stasiun kereta api sangat mungkin karena pada masa itu, infrastruktur seperti ini dibangun dengan sangat terencana," ujarnya.

Sementara itu, arkeolog Dwi Yulianto menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keterhubungan tersebut.

"Kami memerlukan eksplorasi lebih mendalam dan penggunaan teknologi modern untuk memetakan terowongan bawah tanah yang mungkin ada," katanya.

Bunker bawah tanah ini diduga bagian dari bangunan yang disiapkan sebagai tempat perlindungan menghadapi Perang Dunia II tahun 1939-1945, dan konon merupakan salah satu dari 257 bunker yang dibuat di beberapa titik di Surabaya yang dibangun sebelum 1940-an.

Masyarakat Surabaya juga menyambut baik penemuan ini. Banyak yang berharap agar bunker-bunker ini bisa dijaga dan dijadikan sebagai situs edukasi sejarah bagi generasi mendatang.

"Ini adalah bagian dari sejarah kita, dan penting untuk menjaga serta mengenalkannya kepada anak cucu kita," kata Rudi Santoso, seorang warga Surabaya.

Penemuan tiga bunker di Kalimas yang diduga terhubung dengan Stasiun Surabaya Kota membuka lembaran baru dalam sejarah Kota Surabaya.

Dengan penelitian lebih lanjut dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan situs ini dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai strategi pertahanan di masa lalu sekaligus menjadi bagian penting dari upaya pelestarian sejarah kota.(naf/mag/nug/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#bunker #sejarah Surabaya #kalimas