RADAR SURABAYA - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan penyebaran hoaks. Intan Puspita Mayasari, pengelola Bakso Ronggolawe, melaporkan pemilik akun media sosial (medsos) TikTok yang mengunggah video yang dianggap hoaks.
Dalam video yang diunggah akun @juragankartunlama tersebut, terlihat seseorang makan bakso tetelan salah satu cabang disebut menggunakan daging tikus. Video itu menyebutkan ia mencoba bakso di Jalan Bulak Banteng, Surabaya. Kemudian, ada daging tetelan yang ada bulunya.
Dalam video tersebut ada caption "sempat diisukan pakai bakso tikus bahwa hari ini saya makan bakso ronggolawe sekali gigit ada daging tikusnya".
Hal ini dianggap merugikan dan membuat empat cabang lainnya sepi pelanggan. Akhirnya juragan bakso melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo melalui Kasi Humas Iptu Suroto mengungkapkan, saat ini laporan tersebut sudah dalam proses penyelidikan. Pihaknya akan memanggil pelapor untuk dimintai keterangan.
Ia menambahkan, kasus ini masuk dalam pencemaran nama baik. Ada lima cabang Bakso Ronggolawe sepi pelanggan akibat video yang diduga hoaks ini. Mengenai unggahan yang menyebut daging tetelan atau bakso mengandung daging tikus akan diselidiki lagi.
"Mengenai dugaan hoaks tetelan atau bakso gunakan daging tikus akan kami selidiki lagi dan berkoordinasi dengan BPOM. Kami juga sedang mengidentifikasi pemilik akun medsos yang dilaporkan," tuturnya. (gun)
Editor : Lambertus Hurek