Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RADAR SURABAYA AWARD 2024: SriMulyani, S.Sn., M.Sos. Buka Kelas Tari Gratis untuk Anak Disabilitas

Lambertus Hurek • Senin, 15 Juli 2024 | 03:51 WIB

 

Sri Mulyani menerima penghargaan Radar Surabaya Award 2024 dari Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Sri Mulyani menerima penghargaan Radar Surabaya Award 2024 dari Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Sri Mulyani, S.Sn., M.Sos. adalah ketua Yayasan Kiprah Kreatif Indonesia, pimpinan dan pemilik Pusat Olah Seni Budaya Mulyo Joyo Enterprise di Kota Surabaya. Lahir di Surabaya pada 24 November 1975, Sri dikenal sebagai seniman tari sekaligus koreografer berpengalaman.

Sejak 2020 sampai sekarang Sri Mulyani membuka kelas tari khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas). Gratis! Anak-anak binaan Sri sering tampil di sejumlah festival di Kota Surabaya.

Berikut petikan wartawan Radar Surabaya Lambertus Hurek dengan Sri Mulyani di Pusat Olah Seni Budaya Mulyo Joyo Enterprise, Jalan Tambak Medokan Ayu II/15 Surabaya.

 

Berapa anak difabel yang Anda latih di Sanggar Mulyo Joyo Surabaya?

Sekitar 18 orang. Umur mereka mulai 8 tahun.

 Bagaimana Anda memberi suntikan motivasi kepada anak-anak disabilitas agar rajin berlatih?

Saya selalu memberikan keyakinan dan kepercayaan diri kepada mereka bahwa mereka mampu menari dengan baik. Alhamdulillah, para orang tua anak-anak ini sangat men-support aktivitas anak-anaknya. Mereka mengantar anaknya ke tempat latihan, bahkan menunggui hingga selesai.

Sangat luar biasa memang dukungan para orang tua. Saya salut atas kegigihan dan kesabaran bapak ibu yang ingin putra-putrinya semakin maju berkembang dan menjadi setara dengan yang lainnya.

 Tarian apa yang cocok untuk anak-anak disabilitas mengingat mereka punya keterbatasan fisik?

Saya yakin semua tarian bisa dipelajari oleh anak-anak, apa pun kondisi fisiknya. Saya sebagai pelatih dan sudah pengalaman melatih anak-anak disabilitas dari nol hingga meraih prestasi juara satu tari remo yang tekniknya sulit.

 Apakah sama dengan anak normal?

Ya, bisa sama.

 Bagaimana dengan kendala fisik? Apakah tidak sulit membuat gerakan-gerakan tari tertentu?

Gerak tari itu dapat berfungsi untuk membantu terapi pada tubuh mereka. Saya ajarkan olah tubuh dan yoga. Jadi, anak-anak disabilitas ini tidak hanya belajar menari, tapi juga secara tidak langsung menjalani terapi olah tubuh.

 Apakah ada event di Surabaya sebagai wadah ekspresi anak disabilitas?

Ya, ada. Pemerintah Kota Surabaya pernah mengadakan event Hari Anak Disabilitas dan Konser Anak Istimewa. Itu event yang sangat bagus sebagai ajang berekspresi anak-anak berkebutuhan khusus atau anak istimewa.

 Apa perubahan anak disabilitas setelah ikut latihan dan perform?

Mereka lebih PD (percaya diri), bangga. Para orang tua sangat merasa bangga putra-putrinya mampu menari dengan baik dan tampil dengan percaya diri.

 Apa saja kendala yang dihadapi selama membina anak disabilitas dari nol?

Butuh ketelatenan, sabar, dan membuat suasana selalu menyenangkan bagi mereka agar belajar menari membuat hati mereka bahagia sehingga suka belajar menari. Ini dibuktikan jika saya meliburkan latihan, mereka banyak yang tanya kepada mamanya: kenapa latihannya libur? Mau telpon Bu Sri. Ada yang nangis karena sudah siap-siap ingin berlatih bersama Bu Sri. Mereka merasa kangeeeen latihan menari.

 Oh ya, mengapa tidak ditarik biaya untuk anak disabilitas? Apakah ada donatur atau bantuan dari pemerintah?

Tidak ada bantuan atau subsidi dari mana pun untuk sanggar saya. Semua ini murni dari keinginan saya sendiri. Saya ingin berbagi ilmu dan mengajari mereka dengan tulus ikhlas. Dan, saya ingin punya karya-karya indah yang saya buat yang ditarikan oleh anak-anak disabilitas.

 Apa motivasi yang membuat anak-anak disabilitas itu semangat berlatih?

Spirit yang selalu membangun. Semangat dan kasih sayang Bu Sri membuat mereka ingin latihan terus. Buktinya, murid sanggar ada yang dari Gresik dan Sidoarjo selalu rajin datang latihan.

 Ada usul untuk Pemkot Surabaya terkait pembinaan anak berkebutuhan khusus?

 Pemerintah Kota Surabaya sebenarnya sudah memberi ruang untuk anak-anak  disabilitas mengembangkan bakat kemampuan mereka dengan mendirikan Rumah Anak Prestasi (RAP). Harapan saya, walau ada RAP, sanggar seperti tempat saya melatih anak-anak disabilitas masih diberi kesempatan tampil juga di event-event yang pemkot selenggarakan.

Intinya, harus sebanyak mungkin memberi kesempatan untuk anak-anak disabilitas tampil. Kemudian perlu ada support pihak swasta dan dunia usaha agar memberikan peluang tenaga kerja agar mereka juga mendapat penghasilan seperti manusia normal lainnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Sanggar Tari Surabaya #Radar Surabaya Award 2024 #Koreografer Sri Mulyani #sri mulyani koreografer #Mulyo Joyo Enterprise