Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menparekraf Sandiaga Uno Minta Pelaku Pencurian di Wisata Kota Lama Surabaya Ditindak secara Hukum

Jay Wijayanto • Rabu, 10 Juli 2024 | 00:42 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir Rapat Koordinasi Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Wilayah Barat, Novotel, Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024).
Menparekraf Sandiaga Uno saat hadir Rapat Koordinasi Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Wilayah Barat, Novotel, Tangerang, Banten, Kamis (29/2/2024).

JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyesalkan aksi pencurian fasilitas di kawasan Wisata Kota Lama Surabaya. Kemenparekraf pun meminta aksi ini ditindak secara hukum. 

“Kita sangat prihatin dan menyesallkan, Kota Lama Surabaya ini baru dibuka tapi sudah ada upaya tidak terpuji dengan menghilangkan barang atau fasilitas umum. Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan dan harus ditindak pelakunya,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dalam acara The Weekly Brief with Sandi Uno yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin (8/7).

"Kalau ada aksi pencurian seperti ini bisa merusak fasilits umum dan bisa saja memicu kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Seperti diketahui, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menemukan kabel, pagar besi hingga tutup besi trotoar di Kawasan Kota Lama telah hilang.

Saat melaksanakan patroli keliling untuk mencegah aksi vandalisme di Kota Lama Surabaya, petugas Satpol PP juga menemukan kursi besi di taman yang sudah pindah lokasinya.

 

Menurut Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, Nia Niscaya, kejadian di kawasan Kota Lama Surabaya itu adalah tindakan kriminal yang harus diproses secara hukum.

“Ini harus ada kerja sama pemda setempat dengan pihak terkait seperti polisi, Satppl PP, pihak keamanan tempat wisata dan masyarakat setempat untuk mencegah peristiwa seperti ini terjadi lagi. Ini kan fasilitas milik bersama jadi harus dijaga dengan baik,” terang Nia Niscaya dikutip dari Liputan6.com.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Surabaya M Fikser mengatakan, petugasnya sudah disebar untuk menjaga keamanan dan ketertiban pengunjung kawasan wisata Kota Lama Surabaya. 

Setiap petugas yang diterjunkan tidak hanya melakukan pengawasan di satu titik, tetapi berkeliling menyisir beberapa lokasi menggunakan sepeda.

"Kita lakukan (patroli) 24 jam. Zona Eropa ada 25 personel, Pecinan 15 personel, di Jalan Panggung 10 personel, dan Zona Arab ada 30-an personel," terang Fikser dilansir dari Antara.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga telah memasang CCTV di beberapa titik di Kota Lama. "Kami juga minta warga bisa bekerja sama dan kalau ada yang melihat atau mengetahui vandalisme di Kota Lama tolong laporkan ke kami atau ke command center," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah mendirikan sejumlah pos penjagaan di beberapa titik kawasan wisata di Surabaya Utara itu. "Di depan Gedung Internatio ada dua pos dilengkapi CCTV, di belakang Taman Sejarah ada pos dari kepolisian yang bisa dipakai bersama," ujarnya.

Selain itu, Satpol PP juga mengimbau kepada seluruh pengunjung Kota Lama tetap menjaga ketertiban dan mematuhi setiap aturan dari Pemkot Surabaya. (ant/lip/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#vandalisme #pencurian #sandiaga uno #Kemenparekraf #Wisata Kota Lama