BALAI KOTA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, data milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya aman dari gangguan hacker.
Hal ini terkait dengan adanya peretasan atau serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) yang ada di Surabaya.
Eri menyampaikan, terkait fenomena peretasan data itu, sudah ada pihak-pihak yang menindaklanjuti.
Sebutlah mulai dari pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga pihak aparat penegak hukum (APH).
Semuanya sudah bergerak sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing.
"Jadi bagaimana ketika terjadi peretasan dari kementerian seperti apa, keamanan seperti apa itu sudah diatur oleh negara," kata Eri di sela-sela acara Isbat Nikah Masal di Balai Kota Surabaya, Selasa (2/7) sore.
Terkait data milik pemerintah kota, Eri menjamin data-datanya aman.
Terlebih, negara menurut dia juga sudah melakukan tahapan-tahapan untuk mengamankan data-data tersebut.
Sehingga, masyarakat tidak perlu resah mengenai kabar peretasan tersebut.
"Kalau data di Pemkot, kita sudah lakukan colocation. Ada beberapa tempat yang ada. Bukan hanya di tempat kita sendiri tapi ada di tempat yang lain. Insyaallah Surabaya aman," ujarnya.
Seperti yang diketahui, kelompok peretas bernama Brain Cipher mengaku bertanggung jawab atas peretasan yang terjadi pada PDNS milik Kominfo itu.
Peretasan ini dilakukan dengan cara menanamkan virus ransomware pada sistem tersebut.
Imbas dari peretasan ini, sejumlah layanan publik menjadi terganggu.
Beberapa di antaranya seperti yang terkait imigrasi dan pendaftaran pelajar sekolah baru. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari