Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Waspada Angin Kencang di Pesisir Timur Surabaya Akibat Fenomena La Nina

Rahmat Sudrajat • Selasa, 2 Juli 2024 | 02:26 WIB
Kawasan pesisir timur Surabaya berpotensi muncul angin kencang bulan ini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Kawasan pesisir timur Surabaya berpotensi muncul angin kencang bulan ini. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

SURABAYA – Kota Surabaya saat ini mengalami perubahan cuaca yang patut diwaspadai. Hujan yang tak menentu pun kerap terjadi meski sudah memasuki musim kemarau.

Kooordinator Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Ady Hermanto menyebut saat ini cuaca di Surabaya dipengaruhi oleh fenomena La Nina. "Fenomena La Nina mempunyai pengaruh di musim kemarau dengan turunnya hujan,” kata Ady, Senin (1/7).

Dia menjelaskan, hujan turun karena munculnya awan cumulonimbus. Durasi hujan di musim kemarau berkisar antara 1-4 jam. Dia mencontohkan saat hujan di kawasan Surabaya Timur dan sebagian wilayah Sidoarjo. Momen itu berlangsung dari pagi dini hari pada kisaran pukul  04.00-07.00.

Setelah itu, hujan dengan intensitas ringan. Padahal, jika melihat fenomena La Nina sebagian wilayah Jawa Timur diprediksi kering.

“Yang cenderung hujan di sekitar, Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto, tapi itu tidak sering," terangnya.

Titik hujan akibat La Nina itu berpotensi besar terjadi di perairan. Sebab, kondisi itu juga didukung dengan topografi kewilayahan dan telah memasuki angin musim timuran atau muson timur.

Dampak kondisi La Nina untuk nelayan di pesisir laut, Ady mengungkapkan tidak berdampak signifikan terhadap kondisi nelayan seperti di kawasan pesisir Madura, Gresik, dan Surabaya.  “Selat Madura cenderung netral. Yang diantisipasi ini pesisir timur Surabaya, salah satunya karena angin,” jelasnya.

 

Dia menjelaskan, gelombang tinggi pesisir itu merupakan efek dari angin muson timur, bukan dari fenomena La Nina. Kondisi La Nina, lanjut dia berdampak pada nelayan di area tangkapan ikan. “Misalnya, perubahan cuaca dengan hujan deras yang intens di area tangkapan, jadi nelayan harus waspada,” imbuh Ady.

Ketinggian gelombang juga diprediksi mencapai satu meter lebih. Khususnya pada Juli hingga Agustus. "Biasanya angin kencang dari arah timur yang sering terjadi dan cukup cepat,” ungkapnya.

Setelah kemunculan itu, umumnya 2-3 hari selanjutnya akan muncul gelombang tinggi. Dia berharap, proses itu dapat dipahami oleh nelayan secara keseluruhan. “Jadi, bisa antisipasi apa saja yang bakal terjadi,” lanjutnya.

Salah seorang nelayan Kenjeran, Jamal, menyebut beberapa waktu terakhir wilayah pesisir cenderung stabil. Termasuk saat air pasang laut maksimum, pesisir pantai dirasa kondusif. Para nelayan mampu memperkirakan kondisi yang muncul di perairan berdasar pengalaman.

 “Memang, sebelum tinggi itu ada tanda-tanda khusus. Salah satunya angin yang kencang itu karena ini sudah masuk timuran,” ujar Jamal. (rmt/rek)

 

Editor : Lambertus Hurek
#Cuaca Surabaya tidak menentu #BMKG Tanjung Perak Surabaya #Dampak La Nina #hujan musim kemarau