SURABAYA - Warga Tionghoa di seluruh dunia Duan Wu Jie, perayaan menyambut datangnya musim kemarau. Sejumlah kelenteng di Surabaya secara khusus mengadakan sembahyangan bersama, Senin 10 Juni 2024.
Salah satunya di Kelenteng Boen Bio, Jalan Kapasan, Surabaya. Olivia Yunita pengurus Boen Bio mengatakan, seusai sembahyang biasanya jemaat menikmati kuliner khas berupa bakcang.
"Siang harinya telur ayam bisa berdiri tegak lurus. Kalau hari-hari lain telur tidak akan bisa berdiri tegak lurus," kata Olivia yang juga rohaniwan di Boen Bio Surabaya.
Dr Anthony Tjio, pemerhati masalah Tionghoa, menyebut di Nusantara ada perayaan Pehcun yang artinya mendayung kapal. Perayaan itu diadakan pada hari terpanjang dalam setahun, di bulan Juni.
"Bertepatan dengan hari kelima bulan lima tanggalan Imlek, yang menandakan dimulainya musim kemarau," kata dokter yang lahir di kawasan Pecinan Surabaya itu.
Menurut Tjio, perayaan bakcang ini sejarahnya sudah sekitar 3.000 tahunan. Cang adalah semacam tumbuhan liar yang daunnya panjang dan melebar di bagian tengahnya. Cukup panjang untuk membentuk bungkusan bentuk piramida dan kuat untuk direbus dalam air mendidih dengan waktu yang lama.
"Menggunakan daun cang ini dibuatkan makanan dari bahan nasi. Itulah yang dinamakan kue cang. Kakau diisi daging menjadi bakcang," kata Tjio. (rek)
Editor : Lambertus Hurek