SURABAYA - Sudah tiga bulan lebih Wisata Pecinan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun, Surabaya, tutup. Berhenti operasi sejak sebelum puasa, Maret 2024, karena ada proyek penggalian dan pemasangan gorong-gorong di Jalan Kembang Jepun dan sekitarnya.
Banyak wisatawan dari luar kota yang bertanya kapan Kya-Kya Surabaya dibuka lagi. Apakah Kya-Kya masih ada atau tutup seterusnya?
Michael Wijata, pengurus wisata pecinan, menyebut Kya-Kya Kembang Jepun ditutup sementara karena ada proyek revitalisasi kawasan kota lama. Semua diperkirakan proyek gorong-gorong selesai setelah Lebaran. Paling lambat bulan Mei 2024.
Namun, sampai awal Juni ini proyek perbaikan saluran air dan kabel-kabel utilitas di Kembang Jepun belum rampung. Pemkot Surabaya pun awalnya menargetkan akhir Mei sudah selesai agar wisata kota lama bisa diresmikan bersamaan dengan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731.
"Jadi, kita tunggu saja proyeknya selesai dulu baru Kya-Kya Kembang Jepun bisa dibuka lagi," kata Michael.
Dia berharap setelah proyek revitalisasi selesai, kondisi Kya-Kya jauh lebih bagus ketimbang sebelumnya. Sebab ada kecenderungan jumlah wisatawan merosot dari waktu ke waktu.
"Apalagi saat musim hujan praktis pedagang-pedagang gak bisa jualan. Pengunjung juga gak ada," kata Michael.
Sekitar 60 pedagang berjualan di kawasan wisata Kya-Kya Kembang Jepun. Sejak tiga bulan lalu mereka terpaksa berhenti berjualan. Pedagang-pedagang itu kembali bekerja serabutan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
"Sayang kalau Kya-Kya sampai tutup lagi. Sebab, kawasan Surabaya Utara gak ada tempat rekreasi dan hiburan pada malam hari," kata Mutiara, anggota komunitas tempo doeloe. (rek)
Editor : Lambertus Hurek