RADAR SURABAYA - Inovasi pemerintah kota dalam meningkatkan pelayanan publik mendapat apresiasi tinggi dari DPRD Kota Surabaya.
Utamanya, dalam hal peningkatan pelayanan di tingkat kelurahan.
Para legislator di Yos Sudarso itu mengapresiasi meningkatnya kualitas pelayanan publik di Surabaya.
Terlebih, ketika beberapa waktu lalu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggencarkan kembali giat ngantornya di kelurahan-kelurahan.
Hal itu dinilai sangat berdampak terhadap pelayanan publik di kalangan akar rumput.
"Pelayan publik saya kira pemkot ini, periode ini, unggul di sini. Kemarin juga dapat penghargaan. Saya kira dari penghargaan ini masyarakat bisa menilai. Pelayanan publik di bawah Wali Kota Eri memang semakin baik," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti.
Reni menyampaikan, pengerjaan pelayanan publik di kelurahan memang sudah mengalami perbaikan.
Contohnya, pelayanan untuk pencatatan adminduk, wali kota menarget harus tuntas 1x24 jam.
Bahkan, wali kota juga sempat menyampaikan, jika pelayanan adminduk melewati batas 1x24 jam, maka warga akan mendapat kompensasi Rp 50 ribu per hari.
"Kalau untuk KTP, KK itu sudah relatif baik. Walaupun mungkin ada beberapa persoalan-persoalan yang membutuhkan sinergi dengan instansi lain. Seperti, urusan tanah, balik nama, ini yang sering masuk ke saya," ucapnya.
Legislator dari Fraksi PKS itu menjelaskan, pemerintah harus punya terobosan baru terkait pelayanan administrasi yang melibatkan instansi lain seperti pengurusan tanah itu.
"Misalkan, urusan tanah waris. Semisal ada si A meninggal mau dibalik nama ke anaknya, ini yang memang masih butuh waktu. Harus ada terobosan lain," ujarnya.
Kendati begitu, Reni mengapresiasi betul inovasi pemerintah kota terkait pelayanan publik itu.
Termasuk dalam hal pengurusan perizinan. Terlebih, Surabaya juga membuka peluang kemudahan dan sering mendapat penghargaan berupa WBK dan WBBM.
"Pelayanan publik kayak perizinan. Ini sudah baik. Saya kira pelayanan publik untuk saat ini sudah lebih pangkaslah untuk saat ini. Harapannya Surabaya bisa melaju dengan capaian-capaian yang lebih baik lagi. Jadi tidak lagi yang sifatnya biasa-biasa. Tapi harus cari sesuatu yang baru lagi," pungkas anggota DPR RI terpilih itu. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa