SURABAYA - Sempat viral video dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil digagalkan warga di Jalan Klampis Ngasem, Surabaya, Jumat (31/5) malam. Dua orang tersangka saat ini sudah diamankan Polsek Sukolilo, Surabaya.
Salah satu pelaku masih di bawah umur. Keduanya Mahmud, 24, dan S, 15, warga Bangkalan, Madura. Mereka sempat dihajar massa saat ketahuan mencuri sepeda motor.
Usut punya usut, keduanya merupakan kakak beradik, mereka ditangkap massa saat mencuri sepeda motor Honda Beat Street nomor milik Su'udi, warga Jalan Klampis Ngasem, Surabaya. Keduanya berhasil dikepung dan S babak belur setelah dihajar massa yang geram.
"Kakaknya Mahmud sempat kabur namun akhirnya terpojok karena masuk gang buntu," kata Kanitreskrim Polsek Sukolilo Ipda Aan Dwi di Surabaya, Senin (3/6).
Aksi kakak beradik asal Bangkalan, Madura, yang indekos di Jalan Semolowaru, Surabaya, ini bermula ketika korban memarkirkan kendaraannya sekitar pukul 22.00. Setelah itu, korban masuk rumah.
Tiba-tiba ia mendengar suara mesin sepeda motor. Curiga, korban keluar dan melihat sepeda motornya sudah dibawa lari tersangka.
Korban mengejarnya, sambil meneriaki maling. Hingga massa berdatangan dan mengepung tersangka. S tidak bisa melarikan diri, ia pun dihajar massa di lokasi.
Kakaknya sempat kabur namun berhasil dikejar anggota Polsek Sukolilo yang sudah ada di Klampis Ngasem, Surabaya. "Kami saat itu usai mengamankan tawuran dan mendapat informasi tersebut. Kami langsung ke lokasi," ujarnya.
Diduga karena takut, tersangka S yang diamankan polisi sempat terkencing-kencing dan buang air besar (BAB). "Ia ketakutan hingga BAB dan kencing saat dibonceng anggota dalam perjalanan Jalan Klampis Ngasem, Surabaya ke Polsek Sukolilo," katanya.
Ia mengungkapkan, kedua pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Sukolilo bersama barang bukti sepeda motor Honda Beat sarana plat nomor W dan sepeda motor korban. Pihak kepolisian masih mengembangkan lagi kemungkinan TKP lain kakak beradik ini.
Sementara ini polisi masih memproses mereka terkait kasus curanmor di Jalan Klampis Ngasem, Surabaya. "Kami masih kembangkan kemungkinan TKP lain," ungkapnya. (gun)
Editor : Lambertus Hurek