Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

MISTERI SURABAYA: Disesatkan Jin Qorin Mahasiswi yang Bunuh Diri di Kampus

Jay Wijayanto • Minggu, 2 Juni 2024 | 06:22 WIB

 

Ilustrasi penampakan sosok misterius.
Ilustrasi penampakan sosok misterius.

RADAR SURABAYA – Kisah mistis kali ini dialami dan diceritakan oleh Itank Tirta selaku host di channel YouTube "Kembara Sunyi."

Kala itu, Itank sebagai mahasiswa baru (maba) sebuah kampus swasta di kawasan Rungkut, Surabaya Selatan, memutuskan untuk ikut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kesenian di kampusnya.

Seorang senior pun mengatakan bahwa syarat menjadi anggota UKM Kesenian adalah dengan mengikuti pembinaan di kampus selama dua hari berturut-turut. Sehingga, calon anggota harus menginap di kampus.

Pada awal kegiatan, Itank bersama 19 peserta lain ditempatkan di sebuah ruang kelas yang terkenal angker.

Belum lagi posisi kelas yang berada di pojokan kampus dan sudah lama tidak ditempati, menambah kesan seram ruangan tersebut.

“Loh kenapa kok kita malah ditempatkan di sini, kak?” tanya beberapa calon anggota UKM kepada senior.

“Iya soalnya kegiatan kampus gak boleh nginap. Tapi ini dibolehin asalkan pakai ruang pojok ini,” jawab senior mereka.

Lebih lanjut, suasan tidak mengenakkan di ruang tersebut juga didukung dengan adanya toples-toples besar yang berisi janin-janin binatang.

Rupanya, toples-toples tersebut merupakan milik mahasiswa fakultas kedokteran hewan yang digunakan untuk praktikum.

Saat itu, jam menunjukkan pukul 10 malam. Mas Itank dan beberapa peserta pembinaan lainnya mendengar suara tangisan kuntilanak.

Parahnya, suara tangisan tersebut kembali terdengar saat pukul 10.30 malam hingga pukul 11 malam saat mereka semua dibangunkan oleh panitia.

Anehnya, mereka semua dikumpulkan di sebuah taman kecil dengan bak besar di tengah taman yang berisi air dan kembang tujuh rupa.

Rupanya, mereka semua akan dimandikan dengan kembang tujuh rupa di tengah dinginnya malam itu.

Setelah itu, mereka diharuskan berjalan satu per satu dengan membawa lilin melewati pos-pos yang telah ditentukan oleh panitia.

Salah satu dari pos yang harus mereka lewati adalah gedung rektorat, tempat di mana mahasiswa sering kali menemukan sesajen.

Saat melewati gedung rektorat lantai 3, Mas Itank sempat melihat sebuah sosok perempuan yang tinggi besar. Namun, Mas Itank memutuskan untuk tidak menoleh ke arah sosok tersebut.

Berhasil melewati pos akhir, Mas Itank dan teman-teman didudukkan di sebuah lapangan besar dengan kondisi mata ditutup.

Namun, rupanya salah seorang peserta yang bernama Siti belum kembali ke rombongan, sehingga beberapa peserta dan panitia ikut serta untuk mencarinya.

Mas Itank pun menyarankan agar mereka naik ke gedung rektorat, sebab khawatir Siti diganggu oleh sosok yang tadi dia lihat.

Rupanya memang benar Siti berada di lantai 4 gedung rektorat, sedang terduduk di pojokan dengan raut muka yang bingung.

Setelah itu, Siti menceritakan bahwa sosok perempuan yang dia lihat di lantai 3 menyuruh Siti untuk mengikutinya dan duduk diam di lantai 4.

Akibat kejadian ini, UKM kesenian dan UKM lain pun berhenti untuk mengadakan acara pembinaan yang mengharuskan peserta menginap di kampus.

Di sisi lain, beberapa saat setelah kejadian, sebuah rumor mengenai sosok perempuan tersebut menyebar ke penjuru kampus.

Usut punya usut, perempuan tersebut merupakan mahasiswi di tahun 90-an yang lompat dari lantai 4 gedung rektorat karena sakit hati diputuskan oleh kekasihnya. (nad/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#kampus #jin qorin #misteri surabaya #mahasiswi #Kisah Misteri