SURABAYA - Massa yang hendak menghadang kendaraan yang ditumpangi oleh suporter Persib Bandung yang melintas di Jembatan Suramadu dari arah Bangkalan ke Surabaya, akhirnya terlibat bentrok dengan polisi yang tengah mengawal suporter Persib, Jumat (31/5) malam di Jalan Kedung Cowek, Surabaya.
Ratusan orang menghadang di pintu keluar Jembatan Suramadu yang hendak ke arah Surabaya usai pertandingan final Championship Series Liga 1 Leg Kedua antara Madura United melawan Persib Bandung.
Suporter Persib Bandung yang hendak menuju Surabaya harus tertahan karena situasi yang ada di Jalan Kedung Cowek, Surabaya sudah tidak terkendali lagi akibat kemarahan ratusan massa.
Aparat kepolisian lainnya berusaha untuk membubarkan kerumunan massa yang sudah siap dengan batu, hingga mercon. Bahkan massa yang sudah memblokade akses keluar Suramadu melakukan perlawan secara bertubi-tubi ke arah aparat kepolisian.
Kemacetan di jalan itu terjadi. Kendaraan pun terpaksa harus berhenti agar tidak terkena lemparan atau serangan dari massa tersebut.
Massa terus melakukan perlawanan. Bahkan sepeda motor milik petugas yang sedang melakukan pengawalan terkena lemparan dari massa dan terjatuh sehingga ratusan polisi segera menghalau massa yang rata-rata masih berumur belasan tahun.
Hingga akhirnya situasi biasa dikendalikan. Polisi akhirnya melakukan perlawan dan massa pun berlarian. Kejar-kejaran pun tak terhindarkan. Satu per satu massa yang bentrok tersebut ditangkap
Suporter Persib Bandung, Galih Apriansyah mengaku pada menit 50-60 babak kedua jalannya pertandingan, pihak kepolisian sudah memerintahkan beberapa suporter Persib Bandung untuk segera keluar dari Stadion Gelora Bangkalan.
Bahkan, petugas menjemput mereka yang terpisah antar tribun. "Keluar stadion kurang lebih menit 50. Kita diminta keluar dari lorong di kumpulkan jadi satu. Bahkan ada teman kita yang berhasil dijemput karena berbeda tribun," tutur Galih.
Saat perjalan menuju ke Surabaya suporter Persib itu dinaikan truk polisi, awalnya berjalan aman saja. Seketika berubah saat hendak masuk ke Jembatan Suramadu. Dia melihat banyak massa sudah mengepung menggunakan sepeda motor.
"Awalnya tidak tahu mereka, dikiranya isi truk ini polisi semua. Tiba-tiba ada yang tahu kalau mobil itu isinya kami. Akhirnya mereka melakukan pengejaran sampai Suramadu, beruntung ada petugas lainnya yang akhirnya bisa menghalau ketika itu," terangnya.
Saat dikejar oleh massa tersebut, dia dan dengan belasan rekannya bertahan sekuat tenaga. "Untung tidak lama ada polisi lainnya yang bisa menghalangi mereka (massa, Red)," ungkap Galih.
Galih sendiri tiba di Bangkalan sejak Jumat dini hari. Dia datang bersama rombongannya dengan melawati jembatan Suramadu.
Pertandingan tersebut semestinya digelar tanpa penonton tim tamu. Namun karena suporter Maung Bandung itu lolos dari penyekatan polisi dan berhasil masuk ke dalam stadion untuk menyaksikan tim kesayangan yang Kamis malam tampil sebagai juara usai melibas Madura United 1-3.
Para suporter itu hadir mendukung tim kesayangannya tanpa mengenakan atribut. Hingga saat ini mereka secara berangsur-angsur dipulangkan dengan pengawalan ketat. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek