SURABAYA - Selain prostitusi online yang memanfaatkan aplikasi pertemanan, khususnya Michat, praktik prostitusi gaya jadul masih marak di Surabaya. Salah satunya di Makam Kembang Kuning.
Meski sudah sering dirazia, puluhan pekerja seks komersial (PSK) masih mangkal di kegelapan makam Kristen dan Tionghoa itu. Diduga puluhan PSK yang umumnya sudah senior alias STW itu dikendalikan beberapa mucikari pemain lama.
Petugas Satpol PP Surabaya pada Selasa malam, 29 Mei 2024, kembali melakukan patroli rutin di kawasan Makam Kembang Kuning. Sebagian PSK lari terbirit-birit begitu mendengar suara mobil dan motor petugas beriringan datang.
"Patroli ini dilakukan karena banyaknya aduan masyarakat terkait adanya indikasi aktivitas negatif di Makam Kembang Kuning," kata Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser.
Menurut dia, para wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) - sebutan resmi pekerja seks yang mangkal di Kembang Kuning - diamankan petugas untuk pendataan. Kemudian dibawa ke Liponsos Keputih.
Para WRSE yang berasal dari luar kota akan dikembalikan ke daerah asalnya. Sedangkan para pekerja seks asal Surabaya akan diberi pendampingan agar bisa mencari nafkah secara halal. (dim)
Editor : Lambertus Hurek