SURABAYA - Satu lagi calon jemaah haji (CJH) asal Embarkasi Surabaya wafat di tanah suci.
Jemaah tersebut meninggal dunia saat berada di Masjidil Haram, Jumat (24/5) siang sekira pukul 11.05 waktu Makkah.
CJH yang meninggal dunia tersebut tergabung dalam kloter 3 dari Kabupaten Bojonegoro atas nama Sutarso Tasripin Kamsi, 61.
Sutarso merupakan jemaah yang berangkat di awal operasional haji di Embarkasi Surabaya.
Dia bersama kloternya masuk ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Sabtu (11/5), dan berangkat ke tanah suci melalui Madinah, Minggu (12/5).
Sutarso meninggal dunia saat hendak salat Jumat di Masjidil Haram, Makkah.
Ketika itu almarhum menaiki eskalator (tangga berjalan), namun di tengah perjalanan dia tak sadarkan diri sehingga menyebabkan meninggal dunia di tempat.
Almarhumah Sutarso sempat dibawa ke Emergency and Critical Care Center Makkah untuk memastikan kondisinya.
Sayangnya tidak ada perkembangan dari kondisinya yang telah tidak bernyawa saat di eskalator Masjidil Haram.
"Kita turut berduka bahwa jemaah haji kita dari kloter 3 asal Bojonegoro meninggal dunia Jumat siang di Makkah. Semoga ibadahnya diterima di sisinya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Haris, Sabtu (25/5).
Dari data yang dihimpun Sutarso merupakan jemaah dengan risiko tinggi (risti). Sabtu, (25/5) jenazah Sutarso sudah disalatkan kemudian dikebumikan di Makkah.
Haris menyebut jemaah yang meninggal dunia di tanah suci akan dibadalkan haji oleh pemerintah pasalnya jemaah tersebut meninggal sebelum puncak haji. Selain itu juga akan mendapatkan asuransi sebesar biaya pelunasan setoran haji sekitar Rp 56 juta.
"Ya yang meninggal dunia akan dibadal hajikan oleh pemerintah, tentunya akan mendapatkan asuransi," ujarnya.
Meninggalnya CJH di tanah suci asal Embarkasi Surabaya, hingga saat ini bertambah dua orang. Selain itu jemaah yang meninggal ada satu orang di Rumah Sakit Haji Surabaya saat hendak berangkat ke tanah suci.
"Total ada tiga jemaah haji kita yang meninggal dunia sebelum puncak haji. Satu meninggal dunia di rumah sakit haji karena sakit saat berada di Embarkasi Surabaya dan dua meninggal dunia di tanah suci yakni di Madinah dan Makkah," terangnya.
Tiga CJH asal Embarkasi Surabaya yang meninggal dunia yakni yang tergabung dalam kloter 16 bernama Sastrowiryo, 78, asal Kabupaten Madiun meninggal di rumah sakit haji, Surabaya, Jumat (17/5) pukul 07.00 WIbB karena infeksi pencernaan.
Kemudian Imam Turmudi Abuyamin, 71, kloter 15 asal Kabupaten Pacitan dikarenakan sakit jantung, meninggal dunia di Madinah Sabtu (19/5) pukul 02:05 waktu Madinah, dan Sutarso Tasripin Kamsi, 61, meninggal dunia di Makkah, Jumat (24/5) pukul 11.00 waktu Makkah.
Haris berharap semoga CJH asal Embarkasi Surabaya sehat tidak ada lagi yang meninggal dunia baik sebelum berangkat ke Embarkasi, maupun di Embarkasi dan di tanah suci.
"Semoga tidak ada lagi yang meninggal dunia dan jemaah haji kita diberikan perlindungan, kesehatan selama menjalankan ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan selamat. Amin," harapnya.
Sedangkan jemaah yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji, Surabaya sebanyak 7 orang yang juga didampingi 7 orang pendamping. Sehingga total 14 orang yang masih tertunda keberangkatannya di Embarkasi Surabaya.
10 orang CJH dipulangkan ke daerah karena harus membutuhkan perawatan yang intensif. Dipastikan akan menunda keberangkatan haji tahun ini, salah satunya CJH yang hamil dengan usia kandungan di atas 26 minggu. Jemaah yang batal berangkat haji tahun ini akan berangkat pada haji tahun 2025.
Sementara itu hingga Sabtu (25/5) sore pukul 15.05, kloter 54 asal Kabupaten Situbondo telah diberangkatkan ke Jeddah kemudian disusul kloter 55 asal Kota Blitar, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Sidoarjo yang diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya menuju ke Bandara Juanda pukul 18:30 WIB. Dari total kloter 1-55, CJH yang telah diberangkatkan sebanyak 20.405 orang. (rmt/jay)
Editor : Jay Wijayanto