SURABAYA - Sejumlah pedagang di Jembatan Merah Plaza (JMP) 2 mendatangi kantor DPRD Surabaya, Senin (13/5).
Mereka datang untuk mengadukan nasib mereka pada wakil rakyat. Para pedagang itu meminta kejelasan mengenai sewa lahan mereka di JMP 2 yang mencapai angka 20 tahun dan belum habis.
Sementara mall tempat mereka berjualan sudah ditutup oleh pengelola.
Salah satu perwakilan pedagang, Rosyidah, mengaku aturan untuk sewa lahan di JMP 1 tidak sama dengan yang ada di JMP 2.
Jika di JMP 2, para pedagang bisa melakukan perpanjangan sewa lahan hingga 20 tahun.
Dia mengaku lebih nyaman dengan jangka waktu yang panjang dengan metode sekali bayar ketimbang di JMP 1 yang hanya diperbolehkan sewa tiap tahun sekali.
"Karena itu, saya ingin mempertahankan hak saya untuk masalah perpanjangan ini. Saya ingin toko saya tetap perpanjangan. Kalau bisa 20 tahun seperti di JMP 2 saya mau. Bukan satu tahun seperti yang ditawarkan di JMP 1," katanya.
Terlebih, Rosyidah menambahkan, ditutupnya JMP 2 dirasa tidak ada sosialisasi sama sekali kepada para pedagang.
Surat pemberitahuan terkait berakhirnya operasional pun, menurut dia, hanya datang satu kali.
"Kita beli jangka 20 tahun. Ini kok gak ada pemberitahuan tiba-tiba Langsung ditutup. Tanpa ada konfirmasi tanpa ada surat," ujarnya.
Di sisi lain, Legal Corporate dari pengelola JMP, Deddy Prasetyo mengungkapkan bahwa pengelola sudah menjelaskan kepada para pedagang mengenai penutupan JMP 2 .
Para pedagang pun diberi opsi untuk menempati JMP 1 sebagai sarana pengganti dengan bea sewa yang sama per meternya dengan JMP 2.
"Tidak ada niatan kami untuk mengusir. Dari awal sudah kami jelaskan ayo gandeng untuk masuk JMP 1. Gak ada perbedaan. Bedanya cuma dulu di JMP 2 sekarang di JMP 1," tuturnya.
Deddy menjelaskan bahwa ada beberapa hal kenapa pihak pengelola tidak mau melakukan perpanjangan JMP 2.
Pertama, karena nilai sewanya mahal. Kemudian jumlah pedagang yang ada di JMP 2 pun menurut dia sedikit. "Ini berat bagi kami untuk selalu men-support JMP 2 per bulannya," ujarnya.
Terkait sepinya pengunjung, menurut Deddy, pengelola terus berupaya meningkatkan inovasi.
Tujuannya agar pengunjung tertarik untuk berkunjung ke JMP 2. Mulai dari menggelar event sampai mensinergikan program pemerintah kota terkait Kota Lama.
"Kami sampai hari ini masih berupaya meramaikan. Kami buat event yang tidak perlu bayar ke kami. Cuma bayar listrik dan kebersihan. Tujuannya agar menarik minat pengunjung," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya M Machmud menyampaikan bahwa dari hasil hearing, sebenarnya solusi yang ditawarkan oleh pihak pengelola sudah baik.
Hanya saja, tinggal bagaimana sisa pedagang dari JMP 2 mau menerima tawaran itu atau tidak.
"Solusi ini sudah enak. Untuk setahun pertama tidak usah bayar hanya bayar biaya kebersihan," ungkapnya. (dim/jay)
Editor : Jay Wijayanto