Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

20 Tahun Tidak Teraliri Air PDAM, Pemkot Surabaya Pasang Master Meter di Tambak Dalam Baru

Dimas Mahendra • Kamis, 9 Mei 2024 | 06:28 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Dirut PDAM Arief Wisnu Cahyono berbincang dengan warga usai meresmikan master meter di kawasan pemukiman Tambak Mayor Dalam, Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Dirut PDAM Arief Wisnu Cahyono berbincang dengan warga usai meresmikan master meter di kawasan pemukiman Tambak Mayor Dalam, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Penantian panjang warga Tambak Dalam Baru Gang 9 Surabaya untuk mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM Surya Sembada akhirnya terbayar lunas.

Bagaimana tidak, selama 20 tahun lebih, kampung yang berada di Kelurahan Asem Rowo itu tidak bisa mendapat aliran air dari PDAM Surya Sembada.

Saat ini, Pemkot Surabaya telah menyediakan master meter untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi warga di sana.

Muhammad Wahyudi, salah seorang warga kampung tersebut mengaku sangat bersyukur dengan dipasangnya master meter PDAM itu. Dia mengaku, selama ini warga di sana tidak dapat mengakses kebutuhan air bersih yang mudah dan nyaman. Kondisi itu sudah terjadi bertahun-tahun silam.

"Program ini sangat dibutuhkan warga. Saya mewakili warga Tambak Dalam Baru sangat berterima kasih keoada Wali Kota dan PDAM karena program ini," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, saat ini sebanyak 265 KK di sana sudah bisa merasakan air bersih dari PDAM.

Dia menyebut, targetnya total ada 500 KK yang harusnya terdistribusi air bersih dari perusahaan daerah milik pemerintah itu. Untuk sisanya, Eri menyebut akan dirampungkan pada bulan Juni mendatang.

"Nanti bulan Juni, saya ke sini lagi, InsyaAllah semoga sudah terpasang semuanya sehingga warga Surabaya bisa merasakan air PDAM,” kata Cak Eri.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Dirut PDAM Arief Wisnu Cahyono berbincang dengan warga usai meresmikan master meter di kawasan pemukiman Tambak Mayor Dalam, Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Dirut PDAM Arief Wisnu Cahyono berbincang dengan warga usai meresmikan master meter di kawasan pemukiman Tambak Mayor Dalam, Surabaya.

Cak Eri mengungkapkan, ada beberapa tempat yang memang belum teraliri air bersih dari PDAM itu.

Hanya saja, Eri menyebut, belum teralirnya air bersih di sana karena memang terkendala sejumlah aturan yang tidak memperbolehkan. Bukan berarti PDAm tidak mau memasang.

"Ada tanah yang bukan milik pribadi salah satunya di Tambak Dalam ini. Sudah 20 tahun tidak teraliri air. Diskusilah saya dengan Dirut PDAM, bisa tidak menggunakan master meter PDAM? Ternyata Mas Wisnu bergerak menggunakan master meter PDAM. Alhamdulillah mulai detik ini bisa merasakan air PDAM,” jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Utama (Dirut) PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Arief Wisnu Cahyono mengatakan, master meter ini adalah sebuah sistem yang memungkinkan PDAM untuk melayani pelanggan, yang secara administrasi tidak dapat dilayani Pasang Baru PDAM.

“Dengan master meter ini, PDAM memastikan distribusi air yang merata dan efektif di seluruh Kota Surabaya. Selain itu, PDAM juga berkomitmen untuk memastikan kelangsungan layanan yang optimal bagi seluruh pelanggan,” kata Arief Wisnu.

Wisnu mengungkapkan, saat ini sudah ada 220 titik master meter yang sudah terpasang di Surabaya. Totalnya, dia menyebut ada sebanyak 10.266 KK yang sudah menjadi penerima manfaat master meter ini.

"Kalau di Tambak Dalam mencapai 500 KK, jadi selama ini mereka membeli air sebesar Rp30.000 per kubik. Dengan adanya master meter ini hanya (membayar) Rp5.000 per kubik,” ucapnya.

PDAM menurut dia akan terus melakukan monitoring terhadap layanan sambungan air berbasis komunitas ini. Dia mengaku akan terus berkoordinasi dengan kelompok swadaya masyarakat (KSM) dari masing-masing lokasi yang mengelola distribusi air bersih melalui master meter ini.

“Fungsi KSM ini untuk memastikan para warga memakai air dengan cara yang benar, tidak dijual lagi. Air dari meter induk dialirkan khusus di wilayah KSM tersebut. Itu termonitor satu-persatu penerima manfaatnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Wisnu menyebut tahun ini akan ada lima titik lokasi yang akan dipasang master meter ini. Tujuannya adalah agar pemerataan saluran air bersih PDAM ini bisa merata. Sebab, jika hanya berkaca pada pelanggan secara administrasi, seluruh Surabaya sebenarnya sudah teraliri kecuali tempat-tempat tertentu yang memang terbentur dengan persyaratan.

"Jadi kita jemput bola. Tidak bisa mendeteksi satu persatu. Maka dari itu kita selalu berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk mencari lokasi yang tidak memungkinkan dipasang PDAM secara reguler," pungkasnya. (dim/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#air bersih #pdam surya sembada #tambak dalam baru