SURABAYA - Tumpeng yang hendak dikirim ke pemesan tiba-tiba hancur dan dimakan puluhan orang tak dikenal. Puluhan preman ini tiba-tiba mendatangi rumah Ariyani di Perumahan Serenity, Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya.
Sontak saja korban terkejut mendapati tumpeng pesanan yang siap dikirim habis dimakan preman tanpa tahu sebabnya.
Korban syok dan sempat merekam kejadian tersebut.
"Korban melapor ke Polrestabes Surabaya. Kasus ini sekarang ditangani Satreskrim Polrestabes Surabaya," ungkapnya.
Kejadian ini berawal ketika Selasa (7/5) siang, korban yang memiliki usaha catering hendak mengirim tumpeng ke pemesan. Ada tiga tumpeng dan puluhan kardus berisi kue serta beberapa minuman.
Ketika hendak mengirim tiba-tiba datang puluhan preman ke rumahnya ini dan meminta korban untuk tidak mengirim makanan tersebut.
Tidak hanya mencegah korban mengirim pesanan, puluhan pria tegap ini juga memakan dan mengacak-acak tumpeng tersebut.
Bahkan memakan kue dan minuman milik korban.
Korban merekam kejadian tersebut kemudian melaporkan ke Polsek Sukolilo. "Preman berjumlah 10 orang ini kami amankan. Mereka mengaku hendak menagih utang," tuturnya.
Usut punya usut, kedatangan preman ini mencari Hendry mantan suami korban.
Mantan suami korban ini berutang Rp 14,7 miliar ke salah satu perusahaan.
Kemudian perusahaan ini memberikan kuasa pada kelompok preman ini untuk menagih utang. "Mereka salah sasaran, karena kreditur tidak tinggal di sana. Korban sudah pisah sejak 2013 lalu," katanya.
Korban sudah menjelaskan namun preman ini tidak menggubris bahkan mengacak-acak pesanan tersebut. Salah satu pelaku sempat ditanya kenapa memakan tumpeng tersebut, mereka mengaku siap mengganti.
"Ini bukan perkara membayar ganti rugi. Korban juga jaga kepercayaan pemesan, kalau tumpeng tidak dikirim bisa jadi acara pelanggannya batal. Ini yang membuat korban syok," tegasnya. (gun/nug)
Editor : Lambertus Hurek