SURABAYA - Calon jemaah haji (CJH) yang hendak berangkat haji di tanah suci mulai melakukan pembinaan dan manasik haji.
Di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur menggelar manasik untuk persiapan ibadah haji pada bulan Juni mendatang.
Manasik diperlukan agar jemaah bisa optimal dalam mempersiapkan diri. Mengingat ibadah haji 90 persen menggunakan fisik. Sehingga perlu dibekali pengetahuan tentang pelaksanaan haji di tanah suci.
Seperti Selasa (23/4) siang di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, terlihat ratusan CJH asal Kabupaten Jember melakukan persiapan manasik haji dengan replika atau miniatur kakbah layaknya di Makkah, Arah Saudi.
Dengan dipandu oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), mereka mengikuti rangkaian manasik haji mulai dari rukun haji seperti berniat haji, kemudian melakukan wukuf, mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali, dilanjutkan dengan sa'i atau berlari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwa dan sebaliknya, hingga melontar jumratul aqabah.
Ketua Kelompok Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Bustanul Ulum, Jember, Syamsul Arifin Abdullah mengatakan manasik haji ini diikuti sebanyak 120 orang jemaah yang tergabung dalam KBIHU Bustanul Ulum.
Mereka mengikuti rangkaian manasik haji untuk lebih mengenali dan memperdalam rangkaian ibadah haji di tanah suci. Selain itu CJH juga diperlihatkan lokasi Asrama Haji Surabaya yang nantinya merupakan lokasi mereka untuk transit sebelum berangkat ke tanah suci.
"Manasik haji ini supaya para jemaah bisa lebih mengenal rukun haji atau rangkaian ibadah haji. Selain itu mereka juga bisa mengenal lebih dekat tempat Asrama Haji yang akan di pakai mereka nantinya sebelum berangkat ke tanah suci," kata Syamsul.
Ia mengaku, CJH sudah mengikuti 8 kali pembinaan dan sekali manasik yang digelar di hari ini di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Pembinaan haji dilakukan lebih kontinyu agar jemaah haji tidak lupa rukun haji, sehingga ibadahnya lebih optimal.
"Seperti tawaf kan bukan ibadah sehari-hari, jadi mereka kadang sering lupa. Sehingga kita lakukan pendalaman cara tawaf dan rukun haji lainnya," ungkapnya.
Sementara itu CJH asal Surabaya saat ini juga tengah melakukan pembinaan dan manasik di masing-masing kecamatan.
Kasi PHU Kemenag Kota Surabaya Sururil Faizin mengatakan jemaah yang melakukan pembinaan dan manasik tingkat kecamatan yang digelar sejak 21-27 April.
Sedangkan untuk manasik Akbar di tingkat kota akan digelar 28 April sampai dengan 1 Mei di Sport Center UINSA, Surabaya.
"Selama 6 hari jemaah melakukan bimbingan atau manasik haji dari KUA di tingkat kecamatan dan 4 hari manasik di tingkat kota yang akan digelar di Sport Center UINSA, Surabaya," kata Sururil.
Jemaah haji kloter 1 dan 5 asal Embarkasi Surabaya direncanakan akan masuk di Asrama Haji Sukolilo Surabaya mulai 11 Mei dan akan terbang ke tanah suci 12 Mei.
Sehingga tanggal 10 Mei segala aktivitas di Asrama Haji Sukolilo di luar haji akan ditiadakan untuk persiapan operasional haji.
"10 Mei asrama haji sudah steril sudah tidak boleh digunakan untuk yang lain. Kami akan fokus pada persiapan operasional haji," terang Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Gartaman. (rmt/jay)
Editor : Jay Wijayanto