RADAR SURABAYA - Puncak arus balik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terjadi Jumat (19/4).
Sejak pagi penumpang arus balik memadati pelabuhan untuk menaiki kapal KM Dobonsolo yang berangkat pukul 07.00 WIB.
Kapal tersebut merupakan kapal pertama yang berangkat pada Jumat pagi dengan tujuan Tanjung Priok - Makassar.
Jumat (19/4) ada 16 kapal laut yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak.
Belasan kapal tersebut mengangkut penumpang yang akan balik ke daerah tujuan dengan jumlah total penumpang mencapai 12.644 orang.
General Manager Kalimas dan GSN Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa Dhany Rachmad Agustian mengatakan Jumat atau H+9 merupakan puncak arus balik gelombang kedua.
Dimana pada puncak arus balik gelombang pertama terjadi H+6 atau 16 April lalu dengan jumlah penumpang arus balik yang meningkat siginifikan mencapai 7.117 orang.
Dhany juga memastikan jumlah penumpang yang balik akan terus terjadi secara bergelombang hingga H+11 atau 21 April mendatang.
"Prediksi kita penumpang akan terus balik secara bergelombang hingga H+11. Karena tipikal penumpang kapal laut agak unik, terutama penumpang yang dari Jawa Tengah yang naik dari Pelabuhan Tanjung Perak, mereka akan berada di Pelabuhan Tanjung Perak 2-3 hari untuk menunggu kapal yang sandar. Hal ini yang akan kita antisipasi kepadatannya," jelas Dhany, Jumat (19/4).
Hingga H+1 sampai dengan H+9 sudah sebanyak 39.362 orang penumpang yang sudah balik dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Meski demikian, Dhany menyebut masih ada penumpang yang mudik ke kampung halaman, namun jumlah relatif sedikit, sekitar 15.660 penumpang.
"Jadi total mulai H+1 sampai dengan H+9 penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mencapai 55.022 penumpang baik yang balik maupun yang mudik," terangnya.
Dengan melihat volume peningkatan penumpang yang menggunakan kapal laut, Dhany mengaku tahun ini jumlah penumpang naik signifikan dibandingkan tahun 2023.
Bahkan ia memprediksi pada masa angkutan lebaran ini bisa mencapai 20 persen.
"Mudah-mudahan bisa lebih, karena melihat volume penumpang dan prediksi sampai dengan hari ini sudah mencapai 19 persen. Prediksi kita diangkutan lebaran ini 20 persen. Sedangkan tahun lalu untuk angkutan mudik lebaran mencapai 130.349 orang. Artinya ada kenaikan secara signifikan mencapai 20 persen," ungkap Dhany.
Masih banyaknya penumpang kapal laut yang akan balik pasca lebaran Idul Fitri dikarenakan rata-rata penumpang para pekerja di sektor non formal, seperti buruh di perkebunan, pedagang hingga buruh bangunan.
Sehingga mereka mempunyai keleluasaan waktu yang cukup panjang untuk berada di kampung halaman.
"Selain itu juga dipengaruhi oleh jadwal kapal juga. Sebagai gambaran saja dari Pelabuhan Tanjung Perak sampai ke Sorong butuh waktu 4 hari. Jadi ini menjadi pertimbangan mereka kenapa pulang lebih awal dan balik lebih akhir. Penumpang kapal laut memang memanfaatkan waktu yang cukup panjang. Mereka memang bekerja di sana (luar pulau, Red) dengan waktu 11 bulan dirasa cukup," jelas Dhany.
Ia juga memastikan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang arus balik, pihaknya dibantu enam kapal untuk memback up termasuk kapal negara dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Kita usahakan tidak ada penumpukan. Untuk mengantisipasi itu pasti kita lakukan tindakan terutama seat di atas kapal. Untuk seat batas toleransi atau yang terjual bisa 90 persen. Mudah-mudahan itu bisa kita gunakan lebih baik. Namun kita gunakan 80 persen dari kapasitas yang ada," ujarnya.
Sementara itu, untuk hari ini selain KM Dobonsolo yang mengangkut 946 orang penumpang juga ada KM Kelimutu tujuan Kumai- Sampit dengan mengangkut 849 orang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak pukul 12.00 WIB hingga KM Ciremai tujuan Tanjung Priok - Makassar yang berangkat pukul 19.00 WIB dengan membawa 529 orang penumpang. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa