RADAR SURABAYA - Kasus Flu Singapura sejak awal tahun lalu menjadi sorotan sejumlah pihak.
Bahkan, Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu juga sempat mengeluarkan edaran tentang penyelenggaraan kesehatan pada situasi khusus mudik lebaran tahun 2024.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina mengungkapkan, memang sejak awal tahun, beberapa kasus suspek sempat ditemukan di Surabaya.
Hanya saja, pasien yang teridentifikasi suspek Flu Singapura ini kini sudah membaik dan belum mengarah ke kasus positif terkonfirmasi.
"Sejak awal tahun 2024 ditemukan beberapa kasus suspek (memang) di Surabaya," kata Nanik, Rabu (17/4).
Nanik menyampaikan, Kementerian Kesehatan menurutnya memang menghimbau kepada jajaran pemerintahan di masing-masing daerah untuk melakukan berbagai upaya pengendalian penyakit.
Baik itu penyakit menular ataupun tidak menular saat situasi khusus libur lebaran.
Fenomena Flu Singapura ini merupakan salah satu jenis penyakit menular.
Cara penularannya menurut Nanik bisa melalui percikan cairan saat batuk atau bersin.
Bagi warga yang sudah tertular penyakit ini, Nanik menyebutkan gejala yang akan tampak biasanya adalah demam, batuk, sakit tenggorokan, dan sariawan.
Selain itu, pada tubuh pasien juga akan muncul ruam pada kulit.
Biasanya ruam itu muncul di permukaan telapak tangan dan kaki.
"Tapi tidak gatal, ruam mungkin tampak merah, putih, abu-abu, atau hanya terlihat sebagai benjolan kecil. Selain itu gejalanya nyeri perut dan juga kehilangan selera makan," ucap Nanik.
Kendati begitu, Nanik mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik.
Bagi warga yang memiliki keluhan seperti yang dia paparkan itu, mereka diminta untuk segera melakukan pengecekan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Selain itu, dia juga menyampaikan, ada beberapa cara juga untuk mencegah persebaran virus tersebut.
Pertama adalah dengan cara rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, khususnya setelah BAB.
Kemudian saat mengganti popok anak, menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak berbagi alat makan dan minum, serta kontak dekat dengan seseorang yang sedang sakit.
"Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Rutin juga membersihkan dengan benar benda yang dapat menjadi media penularan virus seperti gagang pintu, meja, dan remote TV. Bagi warga yang mengalami gejala, beristirahat di rumah sampai kondisi benar-benar pulih," pungkasnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa