RADAR SURABAYA - Kuda asal Jawa Timur kerap dikirim ke Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kalau di daerah lain kuda digunakan sebagai tenaga bantu manusia dalam bekerja, olahraga pacuan kuda, atau ditunggangi, di Jeneponta kuda justru disembelih untuk konsumsi masyarakat.
Daging kuda diolah menjadi makanan khas daerah setempat. Mulai dari coto, konro, hingga gantala jarang. Karena itu, kebutuhan kuda potong di Jeneponto tergolong tinggi. Dan, salah satu daerah pemasok kuda potong adalah Jawa Timur.
Sebanyak 20 ekor kuda potong dikapalkan ke Sulawesi Selatan pekan lalu melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sebelumnya para kuda tersebut diperiksa kesehatan dan dokumennya oleh pejabat Karantina Jawa Timur melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Tanjung Perak.
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Jawa Timur Betty Fajarwati mengatakan, tidak ada masalah dengan 20 kuda potong yang hendak dikapalkan ke Makassar. Alias sehat semuanya.
"Setelah dipastikan sehat dan alat angkut yang digunakan layak, maka dokter hewan karantina menerbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-11)," jelas Betty Fajarwati.
Kepala Karantina Jawa Timur, Muhlis Natsir mengimbau masyarakat untuk patuh dan lapor karantina sebelum melalulintaskan komodotas hewani. Itu merupakan implementasi Undang-Undang 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. (rek)
Editor : Lambertus Hurek