RADAR SURABAYA - Selama ramadan dan Idul Fitri yang saat ini sudah menginjak hari ketiga, RSUD Dr Soetomo belum menerima pasien karena menjadi korban bermain petasan.
Bahkan kasus korban petasan pun mulai menurun.
Kabid Pelayanan Medis RSUD Dr Soetomo, dr Mouli Edward mengatakan kasus korban petasan saat ini jumlahnya sedikit.
Jumlah terus mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hal itu menurutnya dikarenakan aturan larangan yang sudah diperketat pemerintah.
Juga karena kesadaran masyarakat yang mulai menurun bermain petasan di Surabaya.
"Ya masih ada tapi sedikit sekali. Bahkan sekarang turun drastis. Jika dibandingkan dulu tahun 2012 jauh sebelum aturan diperketat banyak amputasi. Ortopedi dan bedah plastik panen pasien korban petasan," kata dr. Mouli, Jumat (12/4).
Bahkan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin, korban petasan tidak ada sama sekali yang dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.
"Siaga Nataru tidak ada sama sekali. 10 terbanyak korban petasan pun tidak ada," terangnya.
Meski demikian petasan dan sejenisnya kerap terdengar selama ramadan maupun di momen Idul Fitri.
Menurutnya bermain petasan itu hak dari masyarakat untuk meluapkan kebahagiaan.
Namun ada aturan dan batasan yang harus ditaati.
Pemerintah daerah dan pihak kepolisian juga sudah menetapkan larangan bermain petasan.
"Ya sebetulnya itu hak dari masyarakat bermain petasan. Sekarang sudah ada aturan tidak boleh main petasan. Meski demikian jika ada korban tetap kita layani," ujar dr. Mouli.
Selama lebaran Idul Fitri RSUD Dr Soetomo Surabaya menyiagakan ribuan tenaga medis hingga belasan dokter spesialis mulai 6 hingga 15 April. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa