RADAR SURABAYA - Di tengah arus mudik lebaran 2024, baik di stasiun, terminal maupun pelabuhan, porter ketiban rezeki dari para pemudik yang memanfaatkan jasa angkut barang.
Mereka bisa mendapatkan untung dua hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa di luar musim mudik lebaran.
Bahkan mereka rela tidak berlebaran demi mengangkut barang pemudik dari luar hingga ke dalam moda transportasi dan sebaliknya.
Hal itu yang dialami oleh Hudi, porter di Stasiun Surabaya Gubeng.
Hudi mendapatkan rezeki lebih banyak dari hari biasanya sejak awal masa angkutan lebaran di Stasiun Surabaya Gubeng.
Dalam sehari bisa membawakan 5-20 kali barang milik penumpang yang menggunakan jasanya.
"Ya, alhamdulillah ini kan musim mudik lebaran jadi lebih banyak dibandingkan hari biasa. Yang penting bisa belikan baju lebaran untuk anak dan istri," kata Hudi, Selasa (9/4).
Ia bekerja mencari rezeki saat lebaran ini selama dua shift dari pagi hingga ketemu pagi atau selama 24 jam.
Jumlah porter di Stasiun Surabaya Gubeng mencapai 50 orang.
"Kalau saya hari ini dari jam sepuluh siang sampai jam delapan pagi. Kan ada dua shift dibagi 50 orang. Jadi dua shift 25 orang yang bekerja," terangnya.
Selama membawa barang penumpang ia biasanya mendapatkan upah Rp 20 hingga Rp 50 ribu sekali angkut barang.
"Ya gak narif yang penting seikhlasnya dan sewajarnya. Paling gak diberi Rp 20 ribu, kadang ada yang memberi Rp 50 ribu, ya tergantung penumpangnya," ungkap pria yang sudah bekerja menjadi porter selama 15 tahun itu di Stasiun Surabaya Gubeng.
Hudi biasanya mengangkut barang dari depan stasiun hingga di dalam kereta api.
Momen mudik menurutnya lebih banyak penumpang yang menggunakan jasanya dari luar sampai ke dalam kereta.
"Kalau momen gini (mudik, Red) biasanya banyak yang sampai ke gerbong kereta bawanya. Kalau yang turun dari kereta ya biasanya dibawakan sampai ke parkiran atau di luar stasiun. Tapi lebih banyak yang berangkat," tuturnya.
Selama angkutan mudik lebaran, Hudi mengaku paling ramai mendapatkan jasa angkut barang pada puncak arus mudik yakni Jumat (5/4), karena banyak anak sekolah maupun pekerja yang mulai libur dan mudik ke kampung halaman.
"Ramai ya pas Jumat kemarin terus hari Sabtu itu ya ramai. Karena banyak yang sudah libur. Ya lumayan dapat Rp 300-500 ribu bisa buat buka dan untuk yang di rumah juga," ungkapnya.
Dalam mengakut barang ia terkadang menggunakan troli maupun hanya ditenteng menggunakan tangan.
"Ya tergantung barang bawaannya. Kalau mudik begini ya barangnya mesti banyak, selain koper juga ada lagi kardus-kardus gitu," ujar Hudi.
Hudi dan para porter lainnya akan mendapatkan cuan lebih hingga arus balik nantinya.
Sehingga ia dan rekannya memutuskan untuk tidak libur selama masa angkutan mudik dan balik lebaran 2024.
"Ramainya ya sampai arus balik nanti," imbuhnya.
Sementara itu salah satu pengguna jasa porter, Ratri mengaku adanya porter ini sangat membantu barang bawaannya.
Apalagi saat mudik ini ia membawa barang bawaan banyak.
"Ya sangat terbantu apalagi pas bawa barang bawaan banyak. Kalau dibawa sendiri ya sulit. Untung ada porter. Sekalian kita bantu juga mereka," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa