Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Potensi Kemunculan Calon Independen Sangat Kecil di Pilwali Surabaya, Eri Cahyadi Sangat Kuat

Dimas Mahendra • Kamis, 4 April 2024 | 02:17 WIB

 

Eri Cahyadi mendatangi kantor PKB Surabaya (ist).
Eri Cahyadi mendatangi kantor PKB Surabaya (ist).

RADAR SURABAYA  - Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2024 tinggal 7,5 bulan lagi. Hingga saat ini baru Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi petahana yang diberitakan maju kembali. Bahkan, sosok calon independen pun diprediksi sulit muncul.

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Surokim Abdussalam pesimistis akan ada calon independen dalam Pilwali Surabaya 2024. Mengingat jangka waktu yang sudah sangat pendek untuk sosialisasi, mengumpulkan KTP dan sebagai syarat pencalonan.

Menurut dia, persyaratan yang harus dilengkapi akan sangat berat. Sangat sulit untuk direalisasikan jika ada calon independen yang hendak ikut dalam kontestasi Pilwali 2024.

"Sampai sejauh ini belum ada yang bergerak. Minimal desas-desus aja belum ada. Jadi, saya kok pesimis karena jalannya terjal bagi calon independen," kata Surokim, Rabu (3/4).

Jika memang ada calon independen, menurut Surokim, justru akan jadi kejutan yang menarik. Sebab, petahana Eri Cahyadi tampaknya belum punya lawan tanding jelang kontestasi lima tahunan itu.

"Tidak mudah untuk mengumpulkan dukungan sebagai syarat maju menjadi calon independen. Ini perlu tim yang solid. Ketatnya persyaratan verifikasi juga jadi pertimbangan," ucapnya.

Surokim menyebut, paling tidak persiapan untuk maju sebagai calon independen selama dua tahun. Tim yang terbentuk juga harus solid dalam mengumpulkan dukungan. Sebab, menurut dia, tidak jarang ditemui calon independen justru gagal saat verifikasi karena persyaratan dukungan tidak terpenuhi.

"Justru kalau ada yang lolos itu bisa sangat berbahaya bagi calon lain. Termasuk calon petahana. Tapi kalau jenjang waktu sudah tinggal tujuh bulan ini kok berat ya," ujarnya.

Terlebih lagi, melihat kondisi pemilih di Kota Surabaya yang cenderung kritis, menurut dia, calon independen akan sangat sulit untuk berlaga. Beda cerita dengan calon independen di kota kecil atau di kabupaten. Mobilisasi pendukung cenderung lebih mudah dan peluangnya lebih memungkinkan.

"Keunggulan calon independen itu lebih netral. Tidak terikat dengan partai politik. Tapi perlu disadari juga, calon independen tentu mempunyai PR lain bagaimana mendulang dukungan di parlemen ketika dia terpilih," jelasnya.

Sehingga, diakui atau tidak, menurut Surokim, kondisi saat ini posisi Eri Cahyadi memang sangat kuat. Komunikasi politik Eri juga sangat bagus. Hampir semua partai kemungkinan merapat ke petahana. Hal itu menunjukkan keberhasilan komunikasi politiknya sukses.

"Sekaligus itu juga menjadi bagian dari upaya meyakinkan PDI Perjuangan kalau dia tidak direkom, bisa jadi dia diusung partai lain. Itu menjadi bagian yang menguntungkan Pak Eri. Tapi kembali lagi, Pilwali Surabaya ini layaknya Liga 1. Sehingga, tidak hanya soal arus bawah yang kuat, tapi bisikan ke DPP juga harus kuat," pungkasnya. (dim/rek)  

Editor : Lambertus Hurek
#calon wali kota surabaya 2024 #calon independen surabaya #syarat dukungan calon independen #Pilwali Surabaya 2024