Oleh RD Pey Hurint
Para murid adalah saksi kebangkitan Kristus. Mereka telah makan bersama Yesus sesudah peristiwa kebangkitan Kristus. Dengan berani, Petrus dan para rasul yang lain mewartakan tentang Kristus kepada semua orang.
Hidup dan perjuangan, wafat dan kebangkitan Yesus adalah peristiwa "Injil" kabar gembira bahwa Allah mencintai manusia dan mau membangun hidup manusia, juga bila hidup itu ditandai dengan banyak kegagalan.
Di dalam hidup Yesus, dan juga seharusnya dalam hidup kita, harus nampak bagaimana "Allah mengurapi dengan Roh Kudus dan kuat kuasa."
Semua kita mesti menjadi pewarta, saksi karya agung Allah. Pertama-tama pengakuan iman akan Kristus yang hidup, wafat dan bangkit sebagai peristiwa yang menentukan hidup kita, dan yang kedua adalah usaha dan perjuangan hidup kita, yang selaras dengan hidup Kristus.
Di sinilah kesaksian menjadi efektif, karena orang bisa mengamini bahwa perjuangan hidup orang Kristen menunjukkan bahwa Yesus Kristus memang pribadi yang penuh arti. Hidup dan perjuangan Kristus menjadi hidup dan perjuangan para murid Yesus.
Kebangkitan bukan lagi pertama-tama objek harapan kita untuk masa depan, melainkan sebagai perjuangan hidup iman bersama Kristus.
Hidup orang Kristen bukan sekadar mengikuti contoh Kristus, melainkan hidup dalam dan dengan Dia. Eksistensi Kristen adalah "hidup baru dengan Kristus yang tersembunyi dalam Allah."
Paulus menegaskan orang Kristen mengarahkan diri "ke atas, bukan di dunia"; ini tidak berarti bahwa kita anti dunia dan bersikap pesimistis. Dunia harus menjamin arah hidup kepada Allah.
Jadi kalau dunia tidak memberikan jaminan itu, orang Kristen harus berani berusaha mengarahkan hidupnya sendiri kepada Kristus. Kristus adalah "ragi baru" yang mengubah adonan kehidupan orang Kristen berkembang, menjadi enak untuk dinikmati.
Dan setiap kita yang merayakan Paskah juga harus menjadi "ragi baru" yang bisa hadir dalam adonan kehidupan di tengah keluarga, KBG, lingkungan dan paroki, juga di tengah masyarakat, yang harus bisa memberi citarasa yang baru dan berbeda. Di mana ada murid Yesus, di situ juga mesti ada sesuatu yang baru, berubah dan berkembang serta berbuah.
Makam kosong adalah bukti Yesus bangkit. Tapi akan menjadi lebih berarti, jika seluruh hidup para murid Yesus menampakkan sikap hidup manusia Paskah, hidup yang selaras dengan hidup, usaha dan perjuangan Yesus, hidup dalam semangat Injil dan hidup dalam semangat kebangkitan Kristus yang mulia.
Perhatian dan kepercayaan kepada Kristus akan memberi kekuatan yang menentukan bagi makna dan relevansi kebangkitan Kristus bagi hidup kita. Paskah Kristus merupakan titik terang bagi hidup setiap orang Kristen, dan sungguh dipahami, bila Kristus mau kita jadikan nilai hidup kita.
Manusia Paskah berarti hidupnya baru dan berubah, tidak kembali lagi kepada ragi lama dan gaya hidup lama, cara berpikir, bertutur dan bertindak lama.
Dunia akan percaya bahwa Kristus bangkit, jika seluruh hidup kita para murid Yesus diarahkan pada Yesus Kristus: hidup dan perjuangan, sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. dari seluruh diri, hidup, usaha dan perjuangan Yesus.
Menjadi manusia paskah berarti seluruh diri dan hidup seorang murid Yesus menampakkan citarasa hidup Yesus. Diri dan hidup kita menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh diri, hidup, usaha dan perjuangan Yesus sendiri.
"Arahkanlah perhatianmu kepada harta surgawi itu, bukan kepada yang duniawi. Kalian sudah mati dan kehidupanmu tersembunyi dalam Allah bersama Kristus. Pusat kehidupanmu yang sesungguhnya ialah Kristus," demikian kata St. Paulus.
Selamat Hari Raya Paskah. Mari kita bangkit bersama Kristus. (rek)
Editor : Lambertus Hurek