Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Masih Ada Jejak Pertambangan Minyak di Jalan Bentul Pipa, Jagir, Surabaya

Lambertus Hurek • Jumat, 29 Maret 2024 | 16:15 WIB
Jejak pertambangan minyak bumi di Jalan Bentul Pipa, Jagir, Surabaya.
Jejak pertambangan minyak bumi di Jalan Bentul Pipa, Jagir, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Di masa lalu Surabaya jadi salah satu pusat pertambangan minyak bumi di Hindia Belanda. Jejak-jejak bekas pertambangan masih terlihat di kawasan Jagir, Krukah, Gunung Anyar, hingga Kutisari.

Di kawasan Jagir ada Jalan Bentul Pipa. Dinamakan pipa karena di jalan ini dulu banyak pipa dari sumur pengeboran Bendul Merisi menuju Kilang Minyak Wonokromo.

Agung Widyanjaya, pemerhati sejarah Kota Surabaya, menyebut Kilang Minyak Wonokromo mulai dibangun pada 13 Januari 1890 oleh Dordtsche Petroleum Maatschappij (DPM). Maskapai ini kemudian diambil alih oleh Bataafse Petroleum Maatschappij (BPM).

"Tercatat Kilang Minyak Wonokromo adalah kilang minyak pertama di Hindia Belanda," kata Agung Widyanjaya.

Bekas lahan pertambangan minyak di Surabaya saat ini menjadi kompleks ruko Mangga Dua, gedung Pertamina, hingga timur Stasiun Wonokromo.

"Pipa-pipa besarnya mengarah ke timur di mana ada tangki-tangki besar tandon minyak mentah ada di Bendul Merisi yang sekarang jadi kampus STIBA," paparnya.

Di kawasan Darmokali ada empat sumur (dua sumur di pinggir jalan dan dua di dalam. Kemudian dua sumur di Ngagel Rejo dan tiga sumur di kampung Ngagel Dadi. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#pertambangan minyak dan gas bumi #lapangan minyak jagir #pertambangan minyak surabaya #sumur minyak surabaya