RADAR SURABAYA - Kota Surabaya masih menjadi jujukan keluarga veteran perang di Negeri Belanda. Anak dan cucu mereka antusias berkunjung ke Surabaya untuk berziarah di Ereveld, kompleks makam tentara Belanda di Kembang Kuning, Surabaya.
Denny VM, warga negara Belanda, mengaku sudah tidak sabar lagi untuk menziarahi makam pamannya di Kembang Kuning. Pamannya meninggal dunia dalam sebuah pertempuran tahun 1946.
"Sebelum dimakamkan (di Kembang Kuning) jenazah paman saya disemayamkan di Gereja Hati Kudus (Katedral) Surabaya. Kemudian dibawa ke makam Belanda di Surabaya," kata Denny.
Denny mengaku sudah lama ingin berkunjung ke Surabaya untuk nyekar ke makam pamannya. Termasuk mengunjungi Gereja Katedral HKY di Jalan Polisi Istimewa. "Saya usahakan pertengahan tahun ini bisa berkunjung ke Surabaya," katanya.
Lain lagi dengan Evy Boer de Wit. Dia bakal datang ke Surabaya untuk mengenang rumah keluarganya di Reaalstraat. Keluarganya kembali ke negara leluhurnya selepas kemerdekaan Indonesia tahun 1950-an.
Evy pun mencoba mencari informasi Reaalstraat yang kini sudah berganti nama. "Sekarang namanya apa jalan Reaalstraat itu," tanya Evy kepada teman-temannya di grup khusus ekspatriat.
Akhirnya terjawab. Reaalstraat pada masa Hindia Belanda itu kini dikenal sebagai Jalan Yosodipuro di Kelurahan Darmo, Surabaya.
"Ayah saya dulu tinggal di Reaalstraat, Surabaya, sampai masa perang. Sekarang cucunya bersama keluarga berencana berkunjung ke Surabaya untuk nostalgia," katanya. (rek)
Editor : Lambertus Hurek