Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antisipasi Gempa Susulan, Pasien RS Unair Ditempatkan di Tiga Tenda Darurat

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 23 Maret 2024 | 05:07 WIB
SEMENTARA: BPBD Surabaya mendirikan tiga tenda darurat untuk pasien di halaman RS Unair untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan di Laut Tuban. (IG ERI CAHYADI)
SEMENTARA: BPBD Surabaya mendirikan tiga tenda darurat untuk pasien di halaman RS Unair untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan di Laut Tuban. (IG ERI CAHYADI)

RADAR SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mendirikan tenda darurat di halaman Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga (Unair) Jumat (22/3) malam.

Upaya ini dilakukan berkaitan dengan kemungkinan adanya gempa susulan di Laut Tuban.

Kepala BPBD Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, total ada tiga tenda darurat yang didirikan di halaman RS Unair.

Tenda darurat itu untuk menampung sementara dan memastikan keamanan pasien RS Unair dan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI).

Hal ini sebagai tindak lanjut adanya gempa susulan yang jumlahnya cukup banyak dan dengan kekuatan yang cukup kuat.

Seperti diketahui, gempa di Laut Tuban yang terjadi Jumat (22/3) sekitar pukul 11.22, terus berlanjut dengan munculnya gempa susulan.

Bahlan gempa susulan yang terjadi Jumat petang menjelang buka puasa, kekuatannya lebih besar dari gempa yang pertama.

“Kita pasang tiga tenda dengan cepat malam hari ini,” kata Agus Hebi.

Ukuran tenda yang dipasang 6 x 13 meter.

Satu tenda bisa menampung 12 hingga 14 pasien di dalamnya.

“Kalau nanti kurang akan kita tambah juga,” lanjutnya.

Agus Hebi mengatakan, pendirian tenda itu penting dilakukan.

Mengingat beberapa kali terjadi gempa susulan, sehingga harus segera diantisipasi untuk memastikan keamanan pasien.

“Karena RS Unair juga meminta, kita memfasilitasi. Tapi pada prinsipnya, untuk informasi dari BMKG bahwa yang terbesar adalah 6,5 tadi. Gempa susulannya mungkin hanya 3-4,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak panik, agar keadaan tidak semakin cemas dengan keadaan yang ada.

“Tetapi kewaspadaan ini, harus tetap kita jaga. Menurut informasi dari prakiraan, mudah-mudahan tidak lebih buruk dari yang tadi sore,” tuturnya.

Setelah terjadi gempa susulan yang terjadi sekitar pukul 15.52 WIB, para pasien RS Unair dan RSKI langsung dievakuasi menuju halaman gedung rumah sakit sebagai langkah awal mengutamakan keamanan pasien.

Sementara itu, perkembangan situasi kota Surabaya akibat gempa di laut Tuban terus dalam pantauan Wali Kopta Eri Cahyadi.

Di akun Instagramnya, Wali Kota Eri terus update mengenai Upaya yang dilakukan Pemkot.

Termask mengenai pendirian tiga tenda darurat di RS Unair.

“Tim BPBD Surabaya bergerak cepat turun memasang tenda darurat di parkiran mobil RS Universitas Airlangga (Unair). Pemasangan dilakukan oleh tim BPBD Kota Surabaya setelah diketahui ada gempa susulan sore tadi yang menyebabkan kerusakan bangunan sisi timur,” tulis Wali Kota Eri.

“Bersyukur tidak ada korban dalam kejadian ini. Untuk mengantisipasi terjadinya gempa susulan, pasien ditempatkan di tenda darurat sampai situasi dinyatakan aman oleh BMKG,” tulis Eri lagi.

“Ada 3 tenda yang sudah kami pasang. Bismillah, semoga kita semua diberi perlindungan dan keselamatan Gusti Allah SWT,” Eri mengakhiri updatannya bersama sejumlah foto yang diunggah. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Gempa Tuban Jatim #BPBD Surabaya #gempa susulan #pasien #rs unair #tenda darurat