RADAR SURABAYA - Pemkot Surabaya terus mematangkan wisata kota lama di wilayah Surabaya Utara. Sejumlah upaya penataan terus dikebut. Salah satunya merapikan jaringan utilitas.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Adi Gunita mengatakan, pihaknya tengah mengerjakan proyek di kawasan Surabaya utara. Pengerjaan itu dalam rangka penataan kota lama. Yaitu, pemasangan U-ditch deker.
“Tujuannya untuk penempatan jaringan utilitas terpadu," ujar Adi Gunita, Kamis (21/3).
Kawasan Jalan Kembang Jepun itu bakal memiliki wajah baru. Rencananya, kabel yang menggantung itu diturunkan. DSDABM merealisasikan jaringan utilitas bawah tanah.
"Ini kita menjalankan arahan dari Pak Wali Kota. Saat sidak di kawasan ini, minta untuk menurunkan kabel-kabel ini semua. Tujuannya biar rapi dan enak dipandang," beber Adi.
Proyek itu sudah dimulai sejak Senin (11/3) lalu. Targetnya pengerjaan tersebut rampung pada Mei nanti. Total pekerjaannya sepanjang ruas Jalan Kembang Jepun, sepanjang Jalan Karet, Jalan Garuda, dan Krembangan sampai dengan Jalan Rajawali.
"Iya, sudah kita lakukan koordinasi dan sosialisasi sebelum pemasangan U-ditch deker kepada para pemilik utilitas baik dari provider maupun pihak PLN," ucapnya.
Menurut Adi, pengerjaan itu menggelontorkan biaya sekitar Rp 20 miliar. Dana tersebut diambil dari APBD 2024 Kota Surabaya. Selain penataan utilitas terpadu, pihaknya ada bakal merevitalisasi jalur pedestrian.
"Disesuaikan dengan konsep kota lama yang proyek besarnya ada di Disbudporapar Surabaya," katanya. (hil)
Editor : Lambertus Hurek