BULAN Ramadan menjadi kesempatan untuk kita mendulang banyak pahala. Bulan suci merupakan momentum bagi umat Islam untuk berlomba mencari berkah dan mempertebal keimanan.
Jadikan bulan ini sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah dan perbuatan positif, sehingga bisa menghindarkan kita dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Bulan puasa ini, seharusnya menjadi momentum juga bagi orang tua untuk lebih menyayangi anaknya. Kedekatan orang tua dengan anak akan mampu menghindarkan anak dari pergaulan di luar rumah yang merugikan mereka.
Orang tua bisa lebih merangkul anak dan mengarahkannya untuk mengisi liburan sekolah dengan kegiatan positif seperti beribadah. Ini menjadi benteng untuk anak-anak melakukan perbuatan melanggar hukum.
Saya melihat, kurangnya perhatian orang tua terhadap anak menjadi salah satu yang menyebabkan anak-anak salah pergaulan.
Mereka bergabung dengan geng remaja, ikut tawuran, bahkan pesta minuman keras (keras).
Imbasnya, tidak hanya ke anak kita, namun juga bisa mengganggu orang lain untuk beribadah dengan khusyuk saat Bulan Ramadhan.
Kedekatan orang tua dengan anak tentunya dengan memberikan perhatian lebih. Terutama ketika anak keluar rumah dengan mengetahui apa kegiatannya.
Jika memang tidak diperlukan, orang tua sebaiknya melarang anaknya kumpul-kumpul atau mengendarai sepeda motor, terutama pada malam hari.
Ini berpotensi membuat anak ikut dalam kegiatan yang merugikan mereka dan orang lain.
Mari, bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita manfaatkan juga untuk menjaga kerukunan antar sesama.
Saling menghormati perbedaan dan menghargai sesama.
Dengan tetap menjunjung nilai-nilai toleransi dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah masing-masing.
Berikan contoh yang baik pada generasi muda. Jangan uforia berlebihan menyambut bulan Ramadan. Misalnya, dengan menyalakan petasan, konvoi di jalan menjelang sahur, dan kegiatan melanggar hukum seperti balap liar atau tawuran.
Jaga Surabaya agar tetap kondusif. Mari jaga bulan suci ini berjalan aman, damai, dan sejuk di Kota Pahlawan tercinta. (gun/rek)
Editor : Jay Wijayanto