Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pimpinan Indo Project dari Amerika Serikat Sambangi Komunitas Indo Belanda di Surabaya, Kerja Sama Lestarikan Budaya Indo

Lambertus Hurek • Rabu, 13 Maret 2024 | 12:48 WIB
Suasana pertemuan pengurus The Indo Project dengan De Indo Club di Surabaya.
Suasana pertemuan pengurus The Indo Project dengan De Indo Club di Surabaya.

SURABAYA – Direktur The Indo Project Priscilla Kluge McMullen tengah berkeliling ke sejumlah kota di tanah air. Surabaya menjadi salah satu kota destinasi utama. Saat berada di Surabaya, perempuan asal Amerika Serikat itu bertemu dan berdiskusi dengan pengurus dan beberapa anggota aktif De Indo Club Soerabaia.

The Indo Project adalah sebuah organisasi non-profit dari orang-orang Indo atau keturunan Indonesia-Eropa. Komunitas ini bertujuan melestarikan sejarah dan kebudayaan Indo. Mereka juga terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Belanda khas peranakan Indo Belanda.

Pertemuan Priscilla dan De Indo Club Soerabaya dibantu oleh Michael Passage, yang berpengalaman dalam mengatur acara resmi. Beberapa anggota komunitas Indo dikumpulkan di Surabaya. Salah satunya Sekretaris De Indo Club Surabaya Yan Ferdinandus.

Sayang, Ketua De Indo Club Eddie Samson tidak dapat hadir karena ada kepentingan lain yang mendadak. Kondisi fisik Eddie juga belakangan kurang prima lantaran usianya yang sudah mencapai 90 tahun.

"Saya berharap agar dalam pertemuan selanjutnya dapat bertatap muka secara langsung dengan Bapak Eddie Samson," kata Priscilla yang juga keturunan Indo Belanda.

Ayah Priscilla sendiri berasal dari Belanda tapi lahir di Jawa Tengah. Karena itu, dia punya ikatan emosional dengan Indonesia meskipun berdomisili di Amerika Serikat. Suasana pertemuan dengan anggota De Indo Club pun berlangsung hangat dalam bahasa Belanda diselingi bahasa Inggris dan Indonesia.

Yan Ferdinandus mengatakan, De Indo Club awalnya hanya perkumpulan orang-orang Indo biasa di Surabaya. Mereka kerap melakukan pertemuan, menikmati konser artis-artis asal Belanda yang datang ke Surabaya, hingga menjadi guru bahasa Belanda.

Namun, seiring berjalannya waktu, Indo Club berkembang menjadi organisasi untuk membantu para lansia Indo di Jawa. Ada keinginan kuat De Indo Club untuk melestarikan budaya Indo kepada generasi muda.

"Makanya, kami merekrut anggota baru yang lebih muda. Generasi kedua, ketiga dan selanjutnya yang akan melestarikan budaya Indo di tanah air," kata Yan yang berdarah Maluku.

Menurut Yan, setiap tahun anggota Indo Club ikut menghadiri peringatan Pertempuran di Laut Jawa pada masa Perang Dunia II. Yakni dengan meletakkan karangan bunga di Monumen Karel Doorman, kompleks Makam Kembang Kuning, Surabaya. Di monumen ini terkubur 915 orang yang tewas dalam peristiwa tragis tersebut.

Melihat visi misi De Indo Club dan The Indo Project sangat sejalan, Priscilla memutuskan untuk melanjutkan kerja sama yang sudah terjalin selama ini. (Helga Arumdapta/Nadiah Salsabila/Shabilla Khusnia/UINSA)

Editor : Lambertus Hurek
#The Indo Project #Eddie Samson #De Indo Club Surabaya #komunitas Indo di Surabaya #Ereveld Surabaya #Monumen Karel Dorman