SURABAYA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Aan Suhanan menyebut Jawa Timur sebagai peringkat kedua kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Karena itu, dia mengajak komunitas sepeda motor dan produsen untuk meningkatkan kualitas keselamatan berlalu lintas.
“Data kecelakaan setiap tahun ada peningkatan. Terakhir 2023 ada 152 ribu lebih (kejadian laka) dengan tingkat fatalitas atau korban meninggal dunia 27.689 orang,” ujar Irjen Aan Suhanan, didampingi Direktur Lantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin kemarin (11/2).
Aan menjelaskan, Jatim menduduki peringkat kedua kecelakaan tertinggi di Indonesia setelah Jakarta. Ratarata usia korban kecelakaan 15-59 tahun. Sementara jenis kelamin korban kebanyakan laki-laki.
“Artinya, usia produktif meninggal sia-sia di jalan. Mungkin karena tidak paham pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan,” ungkapnya.
Yang mengkhawatirkan, lanjut Aan, banyak korban pria yang menjadi tulang punggung keluarga. Sehingga, tentu akan ada anak yatim akibat kecelakaan. Kecelakaan juga dapat mempengaruhi terhadap kemiskinan secara nasional.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto menambahkan, pada tahun 2023 di Jatim terjadi 31.973 kecelakaan yang menyebabkan 5.239 orang tewas. “Setiap hari ratarata terjadi 87 kecelakaan. Korban meninggal dunia 14 orang setip hari,” ucapnya.
Imam menyebutkan, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas sudah menginstruksikan jajaran polres melakukan terobosan dan inovasi.
Pihaknya tidak bisa bekerja sendirian dan tentu membutuhkan kerja sama dengan semua stakeholder terkait serta masyarakat.
“Polri sebagai penjaga peradaban khususnya polisi lalu lintas dalam mewujudkan keamanan keselamatan dan kelancaran lalu lintas terus melakukan upayaupaya melalui kajian-kajian di bidang lalu lintas untuk menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat,” katanya. (rus/rek)
Editor : Jay Wijayanto