SURABAYA - Libur panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek dimanfaatkan warga untuk bepergian ke luar kota. Kepadatan penumpang terjadi di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (8/2) siang.
Penumpang Kereta Api (KA) Jayakarta relasi Surabaya-Pasar Senen terlihat antre memasuki 13 kereta/gerbong yang berkapasitas 80 seat per gerbong.
Kemudian disusul KA Jayabaya pukul 14.25 relasi Malang-Pasar Senen yang transit di Stasiun Surabaya Gubeng. Juga dipenuhi ratusan penumpang.
Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya, okupansi tertinggi terjadi di Stasiun Surabaya Gubeng dengan 7.865 penumpang.
Sedang Stasiun Surabaya Pasar Turi 5.818 penumpang, Stasiun Malang 3.646 penumpang, dan diikuti stasiun keberangkatan lain di wilayah Daop 8 Surabaya.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, berdasar data pada Kamis (8/2) tercatat 21.306 penumpang yang berangkat dari stasiun di Wilayah Daop 8 Surabaya.
“Tentu angka ini masih terus bergerak mengikuti kapasitas tiket yang masih dijual,” kata Luqman.
Penumpang didominasi tujuan Semarang, Jakarta, Jogja, Bandung, serta Jember dan Banyuwangi.
“Kereta favorit yakni KA Airlangga, KA Sancaka, KA Pasundan, KA Jayabaya, dan KA Probowangi,” imbuhnya.
Selama masa libur panjang 7-11 Februari, setiap hari Daop 8 Surabaya menambah empat perjalanan kereta api. Yakni KA Sancaka tambahan relasi Surabaya Pasar Turi-Jogja, KA Malabar pagi relasi Malang-Bandung, KA Arjuno Ekspres relasi MalangSurabaya Gubeng, KA Arjuno Ekspres relasi Surabaya Gubeng-Malang.
Sementara itu, penumpang tujuan wilayah Daop 8 Surabaya juga mengalami peningkatan dibanding Rabu (7/2). Pada Kamis (8/2), tercatat sebanyak 20.416 penumpang dibanding Rabu sebanyak 16.503 penumpang.
“Tujuan pelanggan terbanyak di Pasar Turi 6.072 penumpang, Gubeng 5.477 penumpang, Malang 3.977 penumpang,” terangnya.
Luqman mengimbau para calon penumpang untuk memastikan kembali jadwal perjalanan agar tidak tertinggal. “Pastikan kembali jadwal dan menyediakan cukup waktu untuk menuju stasiun agar tidak ketinggalan,” pungkasnya. (rmt/rek)
Editor : Jay Wijayanto