Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Genangan Masih Menghantui Surabaya, Pemkot Optimalkan Sistem Drainase dan Pompa di Wilayah Ini

Hildan Sepka • Kamis, 8 Februari 2024 | 13:27 WIB
TERJEBAK MACET: Puluhan kendaraan terjebak kemacetan akibat genangan air di Jalan Tambak Osowilangun, Rabu (7/2).
TERJEBAK MACET: Puluhan kendaraan terjebak kemacetan akibat genangan air di Jalan Tambak Osowilangun, Rabu (7/2).

SURABAYA - Sejumlah wilayah di Kota Pahlawan nyatanya belum siap menghadapi hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya air menggenang hingga pagi, bahkan menyebabkan kendaraan mengular.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, ada sembilan wilayah tergenang pascahujan deras pada Senin (5/2) lalu.

Dia menilai ada beberapa kendala berbeda di tiap lokasi. Misalnya, kapasitas pompa dan saluran yang tidak sanggup menampung air hujan yang terjadi sekitar enam jam, mulai 17.30 hingga 24.00.

"Laporan yang kami terima mulai Babat Jerawat-Benowo, Tanjung Sadari, Jalan Rajawali, Jalan Gresik, Krembangan, Manukan Lor, Dukuh Kupang, Margomulyo dan Tambak Osowilangun," ujarnya, Rabu (7/2).

Pihaknya pun sudah mengoptimalkan Rumah Pompa Sumberejo. Mesin penyedot air itu terus beroperasi sejak hujan mengguyur wilayah tersebut. Namun, hingga Selasa pagi genangan masih tersisa. "Ada banyak faktor," ucapnya.

Dia menyebutkan sejumlah faktor genangan tersebut. Mulai dari belum adanya saluran, penyempitan saluran akibat pembuatan akses jalan untuk persil, banyaknya sampah yang menghambat aliran ke rumah pompa.

Selain itu, ada kerusakan perangkat pompa dan pintu air karena tingginya frekuensi pemakaian.

“Sementara di kawasan Tambak Osowilangun, yang merupakan kewenangan stakeholder, genangan terjadi karena belum ada saluran dan pompa yang memadai. Kemudian faktor lain adalah konektivitas antar saluran yang belum memadai. Juga belum selesainya konversi dari saluran irigasi menjadi drainase,” bebernya.

PARAH: Genangan air di salah satu permukiman di kawasan Benowo, Surabaya.
PARAH: Genangan air di salah satu permukiman di kawasan Benowo, Surabaya.

Pihaknya tak tinggal diam hanya bergantung pada operasional rumah pompa. Penanganan cepat pun dikerahkan. Sejumlah mobil pompa dan Tim Satgas Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menyurutkan genangan.

"Kami sudah menyiapkan upaya jangka panjang," tuturnya.

Pihak DSDABM akan membangun sarana prasarana drainase. Proyek itu disesuaikan kajian teknis dan ketersediaan anggaran. Tahun ini masuk ke dalam salah satu prioritasnya.

Baca Juga: Daya Tampung Saluran Tak Optimal, Genangan di Margomulyo dan Branjangan Surabaya Susah Surut

"Pembangunan saluran di beberapa kawasan, Dukuh Kupang, Manukan, Petemon, Benowo, Mayjen Sungkono, dan Mulyosari. Karena semua jalan utama, merupakan langganan genangan, dan merupakan permukiman padat penduduk. Kami maksimalkan juga fungsi pompa,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Drainase DSDABM Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, genangan disebabkan sistem drainase yang belum optimal karena masih dalam tahap pembangunan. Pihaknya tengah mengerjakan saluran diversi.

"Kami masih mencicil untuk pembangunan saluran diversi yang kebetulan baru sampai di depan perumahan Pondok Benowo Indah (PBI)," urai Windo.

Windo menilai ada faktor lain yang memicu genangan. Pihaknya menemukan U-ditch milik salah satu sekolah di Benowo. Sehingga menyebabkan adanya bottle neck aliran air. "Utamanya karena penyempitan," sebutnya.

Sedangkan di wilayah Surabaya utara, genangan terjadi karena tampungan dan fungsi pompa yang diandalkan di Rumah Pompa Ikan Mungsing, Krembangan, sudah melebihi kapasitasnya.

Persoalannya, karena sampah menumpuk menyebabkan kinerja rumah pompa kurang maksimal.

“Jadi, rumah pompa tersebut ada screen yang berfungsi untuk menyaring sampah. Kebetulan saat itu banyak sampahnya, sehingga untuk kinerja pompa cukup sulit. Yang semestinya sampah itu tidak menghambat, akhirnya menghambat,” jelasnya.

Dia menyebut bahwa wilayah Branjangan dan Tambak Osowilangun adalah kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Pembangunan drainase di wilayah tersebut akan dilakukan oleh pihak setempat. Prosesnya bertahap. "Kami sudah berkomunikasi terkait upaya jangka panjang seperti apa," pungkasnya. (hil/rek)

Editor : Jay Wijayanto
#sistem drainase #DSDABM Kota Surabaya #genangan #pompa #banjir